TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.
Dalam kurun waktu sekitar tiga minggu terakhir, Puskesmas Tanjung Palas Utara disebut selalu penuh, sementara ketersediaan tempat tidur dan sejumlah fasilitas pendukung masih belum mencukupi kebutuhan pelayanan.
Wakil Ketua DPRD Bulungan dari Partai Gerindra, Dwie Sugiarto, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang perlu ditindaklanjuti. Keluhan mengenai kapasitas ruang pelayanan hingga keterbatasan fasilitas disampaikan kepadanya, termasuk oleh petugas kesehatan di wilayah tersebut.
“Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana. Keluhan petugas kesehatan di Puskesmas Tanjung Palas Utara, termasuk ruangannya, tempat tidur dan fasilitas lainnya, masih banyak kekurangan. Ini yang saya harapkan bisa mendapat perhatian pemerintah, terutama di bidang kesehatan,” ujarnya.
Dwie juga menyampaikan kepadatan pasien berdampak pada proses rujukan ke fasilitas kesehatan lain. Pasien dengan keluhan sesak napas dan demam disebut cukup banyak dalam beberapa pekan terakhir. Saat rumah sakit umum yang menjadi tujuan rujukan juga penuh, pasien akhirnya diarahkan ke Rumah Sakit Abdul Rais Fatah, fasilitas kesehatan yang dibangun di kompleks Korem 092/Maharajalila.
“Dalam kurun waktu tiga minggu ini puskesmas selalu penuh. Pasien dengan keluhan sesak napas dan demam cukup banyak. Kemarin, pasien dirujuk ke Tanjung, tetapi rumah sakit umum juga penuh sehingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Abdul Rais Fatah,” ungkapnya.
Ia menilai peningkatan fasilitas kesehatan perlu berjalan seiring dengan pembangunan sektor lain, khususnya pendidikan dan infrastruktur. Kebutuhan tersebut dinilai penting bagi masyarakat di wilayah utara Bulungan yang masih memerlukan dukungan layanan dasar agar aktivitas sehari-hari dapat berjalan lebih baik.
Selain kesehatan, Dwie mengatakan masyarakat di daerah pemilihannya, terutama Kecamatan Tanjung Palas Utara, juga kerap menyampaikan aspirasi mengenai kondisi jalan. Masukan itu diterimanya saat kegiatan reses maupun ketika bertemu langsung dengan warga.
“Yang banyak disampaikan masyarakat terutama infrastruktur, seperti jalan lingkungan, jalan penghubung antardesa, termasuk jalan pertanian dan perkebunan. Memang sudah ada peningkatan, tetapi belum semua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Paling tidak, pembangunan terus berjalan dan kebutuhan yang paling mendesak bisa dipenuhi secara bertahap,” katanya.
Dwie menyebut Tanjung Palas Utara memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah penyangga Kabupaten Bulungan. Oleh sebab itu, pemerataan pembangunan di kawasan tersebut perlu terus didorong, termasuk dalam penyediaan akses jalan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia juga mengapresiasi sejumlah perkembangan pembangunan fisik yang berlangsung selama kepemimpinan Bupati Bulungan Syarwani. Berdasarkan pengamatannya selama dua periode menjadi anggota DPRD Bulungan, terdapat peningkatan pembangunan jalan, infrastruktur, dan pendidikan, khususnya di wilayah utara.
“Selama ini ada perubahan. Khususnya di wilayah utara, sudah ada peningkatan kegiatan fisik, baik jalan, infrastruktur maupun pendidikan. Tentu dengan anggaran yang tersedia, kegiatan harus dibagi sesuai kebutuhan. Kami di DPRD akan terus menyampaikan aspirasi masyarakat dan mendorong pemerintah agar kebutuhan di wilayah utara bisa ditangani,” tandasnya. (hr/*)















Discussion about this post