TARAKAN, Fokusborneo.com – Keterbatasan anggaran dan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) pemerintah pusat dipastikan tidak menghentikan arus pembangunan di wilayah pesisir Kota Tarakan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tarakan Timur, Asrin Saleh, menegaskan efisiensi anggaran bukan menjadi alasan untuk menyurutkan komitmen legislatif dan eksekutif dalam merealisasikan aspirasi masyarakat pesisir.
Hal tersebut ditegaskan Asrin saat meninjau langsung hasil pembangunan jalan ulinisasi di kawasan Tanjung Pasir hingga Tanjung Batu, yang meliputi pemukiman warga di RT 17, RT 18, RT 19, RT 20, RT 21, RT 22, hingga RT 23.
“Pemerintah Kota Tarakan saat ini memang menghadapi tantangan defisit anggaran akibat adanya pemotongan TKD. Namun, pemotongan TKD itu bukan menjadi hambatan atau persoalan yang membuat kita berhenti mengerjakan aspirasi masyarakat,” ujar Asrin Saleh.
Untuk mensiasati keterbatasan anggaran daerah, Politisi Golkar itu menyatakan legislatif bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan harus lebih selektif dan cermat dalam memetakan program pembangunan melalui skala prioritas.
”Tentu kita harus putar otak. Kami berkoordinasi dengan pemerintah kota bahwa ada kriteria dan skala prioritas mendesak yang harus didahulukan. Aspirasi warga di pesisir ini sudah bertahun-tahun ditinjau sejak 2012 dan baru tahun ini bisa terealisasi. Artinya, ketika urgensinya tinggi, itu yang kita dorong maksimal,” terangnya.
Pembangunan jalan ulinisasi di kawasan pesisir Tanjung Pasir dan Tanjung Batu ini bersumber dari APBD Murni Kota Tarakan Tahun Anggaran 2026, yang disinergikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) serta anggaran kelurahan.
Kehadiran infrastruktur ini sekaligus mengakhiri masa-masa sulit warga yang selama belasan tahun bergotong royong membangun jalan secara swadaya menggunakan kayu-kayu bundar dari gunung.
Ia pun mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) infrastruktur yang perlu diselesaikan di kawasan pesisir Tarakan Timur. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar mematuhi proses penganggaran bertahap.
”Aspirasi masyarakat masih banyak dan akan terus kami perjuangkan. Kami imbau warga tetap bersabar karena semua butuh proses dan waktu. Yang pasti, pemotongan anggaran tidak akan melunturkan semangat kami untuk memperjuangkan kebutuhan warga pesisir,” pungkasnya.(**)












Discussion about this post