TARAKAN – Dalam rangka meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai optimalisasi sumber daya ekonomi berbasis syariah dan guna terus mendorong perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara menyelenggarakan rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kaltara 2021.
Rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Mendukung Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Syariah Untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Provinsi Kaltara†ini, diselenggarakan selama 3 hari (18-20 Agustus 2021) yang terdiri dari beberapa perlombaan seperti Pesantren Unggulan, Ziswaf Unggulan, Wirausaha Muda Syariah, Lomba Tari Kreasi Islam, Lomba Nasyid serta Talkshow edukasi dan literasi ekonomi keuangan syariah.
Kegiatan ini, diawali dengan opening ceremony yang juga dihadiri secara daring oleh Gubernur Provinsi Kaltara, Drs. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman.
Dalam sambutannya, Zainal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menyelenggarakan Kegiatan FESyar 2021 di Provinsi Kaltara. Zainal berharap melalui kegiatan ini, literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Provinsi Kaltara dapat meningkat dan menjadikan ekonomi serta keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kaltara.
“Kami mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam upayanya untuk terus mendorong sektor ekonomi dan keuangan syariah melalui kegiatan Road to FESyar ini. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat Kaltara yang teredukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah dan dapat mengaplikasikan ilmu tersebut. Agar Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dapat berperan aktif dalam menggerakkan roda perekonomian berbasis syariah ini,” pungkas Zainal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara, Tedy, juga menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di Provinsi Kaltara.
“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat mengenai optimalisasi sumber daya ekonomi berbasis syariah yang dimiliki oleh Kaltara dengan terus membangun kepercayaan masyarakat serta sinergi seluruh pihak dalam mengelola sumber daya ekonomi berbasis syariah yang profesional, govern, dan akuntabel,” tutur Tedy.

Lebih lanjut, Tedy juga menyampaikan bahwa pihaknya berharap pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi salah satu penguat upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional ditengah pandemi Covid-19 ini.
“Pembiayaan ekonomi oleh Perbankan Syariah terus mengalami pertumbuhan yang cukup baik hingga 9,72% (yoy) di Juni 2021 lalu yang juga diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik, tercermin dari Non-Performing Financing (NPF) yang sangat rendah pada level 0,34%. Bank Indonesia senantiasa berkomitmen, untuk terus berperan aktif dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional melalui optimalisasi sumber daya ekonomi berbasis Syariah,” sambung Tedy.
Kegiatan Road to Fesyar Kaltara Tahun 2021 ini, menghadirkan dua orang narasumber dari dua latar belakang yang berbeda. Narasumber pertama yaitu Fahmi Syam, B.IRKH (Hons)., MEI yang merupakan akademisi dari Universitas Borneo Tarakan yang juga bertindak sebagai Sekretaris MUI Kota Tarakan. Fahmi memaparkan materi mengenai strategi apa yang dapat di implementasikan guna terus bersaing dan bertumbuh ditengah kondisi pandemi seperti saat ini.
Narasumber kedua, Irpan Sadikin, merupakan seorang pengusaha yang bergelut dibidang waralaba denga brand AlifMart. Dalam sesi pemaparannya, Irpan menyampaikan materi yang diberi judul “Strategi Bisnis Syariah di Masa Pandemi Covid-19â€.
Kegiatan Road to FESyar ini, merupakan kegiatan rutin tahunan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dalam upayanya sebagai regulator dibidang perekonomian guna meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat Indonesia tentang Ekonomi dan keuangan Syariah.
Event ini juga dilakukan sebagai bentuk aktif untuk turut mendorong penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang akan menjadi penggerak ekonomi nasional. Tentunya semua langkah yang dilakukan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya sinergi dari seluruh pihak. Oleh karenanya, kerjasama dari seluruh pemangku kebijakan dan lapisan masyarakat, baik pada level pusat maupun daerah, sangat diharapkan untuk dapat berkontribusi nyata terhadap perekonomian yang berkesinambungan.(**)















Discussion about this post