• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Irsan Noor

by Redaksi
23/02/2022
in Opini
A A
Irsan Noor

Irsan Noor

Namanya Irsan Noor. Umurnya 34 tahun. Demi menjadi guru bergelar PNS, Ia memilih ditempatkan di pedalaman. Bagaimana perjuangannya? Berikut kisahnya.

Oleh: Doddy Irvan

Saya sebenarnya sudah lama ingin menulis kisah Irsan Noor. Saya berjumpa dengannya, saat mengikuti reses anggota DPRD Provinsi Kaltara, Abertus Stevanus Marianus di Long Peso, Kabupaten Bulungan. Tapi tulisan itu tertunda karena saya harus ke Malinau, Singkawang dan Pontianak bersama Smart Cakrawala Aviation. Baru hari ini menyempatkan menulis guru luar biasa ini.

Irsan Noor hadir di reses itu mewakili kepala sekolah SD 005 Long Lejuh. Kebetulan atasannya itu sedang tugas ke Tanjung Selor. Ia dipesani untuk menyampaikan kondisi SD 005.

Baca Juga

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

“Kami butuh ruang belajar. Selama ini kelas 1 dan 2 digabung jadi satu. Kasihan murid jadi tidak fokus,” jelasnya saat itu.

Suara Irsan bergetar. Terdengar sekali dia gugup. Sepertinya, Ia tidak terbiasa berbicara di forum seperti malam itu. Tapi karena amanah kepala sekolah, dia harus sampaikan. Berharap Albert dapat memperjuangkannya.

Saya memperhatikan Irsan dari pintu ruang pertemuan. Setelah dia duduk, lalu saya dekati. Mengajak ngobrol, sambil berbisik. Karena pertemuan masih berlangsung.

Dari bisikan-bisikan itu saya bisa menyimpulkan, guru muda ini begitu mengagumkan. Saya begitu antusias mengajaknya ngobrol. Rupanya, Irsan Noor ini anak Sebengkok, Tarakan.

Gambaran saya, dia anak muda pekerja keras. Bahkan, sebelum kuliah dia mengaku bekerja sebagai buruh di pelabuhan SDF. Pengakuan itu dia sampaikan sambil tersipu. Sepertinya dia malu. Tapi buat saya itu mengagumkan. Apalagi dia menjadi buruh sambil kuliah.

Usahanya berhasil. Tahun 2013 dia lulus dari Universitas Borneo. Diujung namanya, kini tersemat gelar S.Pd. Petualangannya di dunia pendidikan pun dimulai. Irsan langsung mengemas kopernya menuju Kabupaten Berau. Dia diterima sebagai guru honorer di sebuah SD di Biduk Biduk. Sebuah kecamatan di pesisir Kabupaten Berau.

Kendati jauh dari kota, Irsan mengaku betah mengajar disana. Apalagi, ditempat itulah dia menemukan seorang wanita yang menjadi istrinya.

Sambil menjadi guru honorer, Irsan mengikuti tes CPNS. Keinginannya menjadi guru tetap sangat besar. Pada saat tes itulah, Irsan memilih Long Lejuh. Sebuah desa di Kecamatan Long Peso. Informasi soal Long Lejuh sangat minim. Modalnya cuma bertanya ke seorang kawan yang pernah ke Long Lejuh.

Sebenarnya, dia bisa memilih SD lain. Yang letaknya di kota atau minimal desa mudah dijangkau. Namun, Irsan khawatir SD-SD itu kuotanya sudah penuh. Bisa jadi dia gagal lulus pegawai negeri.

“Saya tanya gimana Long Lejuh? Ada listrik kah? Bisa mancing? Teman saya bilang ada. Ya sudah saya pilih Long Lejuh. Dari pada gak keterima milih di tempat lain,” ceritanya sambil tersenyum.

Itulah dasar Irsan memilih Long Lejuh. Desa yang masih jauh tertinggal. Hanya ada dua akses. Lewat sungai Kayan yang bergiram dan mahal. Atau lewat jalan loging kayu yang berbahaya. Keduanya tidak dia persoalkan. Tujuannya satu, dia harus jadi pegawai negeri.

Usahanya berhasil. Pilihannya bersedia ditempatkan di Long Lejuh membuatnya lulus tes. Sejak tahun 2019 Irsan resmi menjadi guru SD 005. Kendati Long Lejuh sepi dan fasilitasnya minim, Irsan menikmati. Dia seperti sedang berpetualang. Apalagi saat kuliah Irsan aktif di kegiatan pecinta alam. Jadi sudah tidak kaget lagi.

“Saya merasa seperti kemping waktu di Mapala dulu,” kisahnya.

Satu hal yang membuat Irsan betah karena banyak spot mancing di Long Lejuh. Setiap hari setelah mengajar dia langsung pergi memancing. Selain hobby, itulah caranya mengusir sepi dan membunuh waktu. Yah, Irsan hidup sendiri. Istri dan anaknya tinggal di Tanjung Selor.

Semua urusan dia kerjakan sendiri. Mulai mencuci baju hingga memasak. Masakan pun ala kadarnya. Menu istimewa cuma ikan hasil pancingan. Selebihnya, mie instan.

Di SD 005 Irsan mengajar di kelas 6. Dia bercerita betapa berat tugasnya itu. Menurut Irsan, masih banyak murid-muridnya yang belum lancar membaca.

“Kendalanya disini. Anak-anak desa ini pulang sekolah harus membantu orang tuanya di ladang. Sudah tidak ada waktu lagi mengulang pelajaran di rumah. Ditambah lagi metode belajar yang pakai cara lama,” ungkapnya.

Terpaksa, sebelum mempelajari pelajaran lainnya, Irsan harus kembali mengajari membaca. Padahal siwa kelas 6 ini bakal menghadapi ujian nasional.

“Bagaimana mereka menyerap pelajaran kalau membaca saja tidak bisa,” lanjutnya lagi.

Selain guru, Irsan juga dipercaya merangkap bendahara sekolah. Inilah kesempatan dia ke Tanjung Selor menemui istrinya. Yah, karena Long Lejuh belum ada jaringan internet, Padahal sejatinya, laporan itu dapat dikirim online, seperti sekolah lain. Jadilah setiap bulan dia bergantian dengan kepala sekolah membuat laporan manual. Lantas diantar langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan.

Tugas ke Tanjung Selor memang membuat Irsan senang. Itulah saatnya dia bisa melepas rindu dengan istri dan buah hatinya. Namun perjuangannya menuju ibu kota kabupaten itu lumayan berat.

Dia hanya sanggup lewat jalur darat. Tidak mungkin lewat sungai. Karena sangat mahal. Ongkosnya sekitar 500 ribu rupiahrupiah, sampai Tanjung Selor. Sedangkan pakai Honda CB miliknya, cuma modal 100 ribu rupiah. Biar pun dia terpaksa menumpuh perjalanan hingga 7 jam.

Perjuangannya belum selesai. Sebagai seorang muslim, terkadang Irsan terpaksa meninggalkan sholat Jumat. Yah, di Long Lejuh tidak ada mushola. Apalagi masjid. Jika ada waktu baru dia sholat jumat di desa terdekat.

“Jaraknya sekitar dua jam dari Long Lejuh. Itu pun sudah masuk Kabupaten Malinau. Sekalian mandi disana. Baru bisa jumatan,” ujarnya.

Kendati minoritas hidup di sebuah desa terpencil, tak membuat Irsan patah semangat. Dia berupaya menikmatinya. Jadi guru di pedalaman memang cita-citanya. Bahkan Long Lejuh ini menjadi pilihannya. Dia bertekad menyelesaikan kontrak hingga 10 tahun kedepan. Sesuai perjanjian saat dia menerima SK.

Guru seperti Irsan ini banyak di pedalaman. Bahkan di desa-desa terpencil di perbatasan. Mereka rela hidup menderita, jauh dari keluarga. Demi sebuah cita-cita, anak desa juga bisa maju seperti anak-anak kota.(*)

 

 

 

Tags: FbFokusborneoGURUguru honorerPedalamanPendidik

Berita Lainnya

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar
Ekonomi

BI-Rate 5,75%: Menjaga Rupiah, Melindungi Pasar

30 September 2026 17:48
Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  
Ekonomi

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

31 Agustus 2026 13:00
Opini

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

27 Agustus 2026 15:45
Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?
Opini

Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?

26 Agustus 2026 16:37
Next Post

Curi Ratusan Rokok di Kios Tetangga, Seorang Pemuda Diamankan Polisi

Gubernur Apresiasi Turnamen Futsal Open Kaltara 2022

Resmi Dibentuk, Suriansyah Nahkodai KONI Tana Tidung

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kunjungi Yonif TP 922/Upun Taka, Menhan Sjafrie Tekankan Kesiapan Prajurit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Siganak Hibot, Transformasi Dari Layar SMPN 7 Menuju Gerakan Karakter Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danrem 092/Maharajalila Sambut Kunker Menhan di Yonif TP 880/Benuanta dan Yonif TP 922/Upun Taka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkat Perjuangan Hiyatul, Nelayan Tarakan Mendapat Bantuan 40 Mesin Kapal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Kunjungi Tana Tidung, Ibrahim Ali Sambut di Batalyon 922

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Dramatis! Indonesia Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti, Semangat Nasionalisme Membara di Polda Kaltara

Dramatis! Indonesia Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti, Semangat Nasionalisme Membara di Polda Kaltara

6 Oktober 2026 10:20
Target Rebut Kursi Ketua DPRD, PKB Tarakan Siapkan Mesin Partai

Target Rebut Kursi Ketua DPRD, PKB Tarakan Siapkan Mesin Partai

6 Oktober 2026 08:08
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP