BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Timur, Shamy Ardian, S.T., M.Eng., QCRO, menerima kunjungan Asisten Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Yulius Yuwono Saputra, S.H., M.M., dalam kegiatan diskusi dan monitoring terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Akses Ibu Kota Nusantara (IKN). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pertanahan Kota Balikpapan.
Dalam pertemuan itu, Kepala Kanwil BPN Kaltim didampingi oleh Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Kaltim, Fahmi Nasrullah, S.Si., M.RSGIS. Turut hadir Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Pertanahan Kota Balikpapan, Syafruddin, S.H., beserta jajaran, serta perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Dahlan, bersama para pihak terkait pelaksanaan pengadaan tanah Jalan Tol Akses IKN.
Baca Juga
Diskusi membahas perkembangan pengadaan tanah pada sejumlah segmen Jalan Tol Akses IKN yang saat ini masih memerlukan perhatian khusus. Salah satu fokus pembahasan adalah percepatan penyelesaian pengadaan tanah pada Segmen 3A, 3B, dan 5A, mengingat masa berlaku Penetapan Lokasi (Penlok) akan berakhir pada Oktober 2026. Selain itu, turut dibahas pula pelaksanaan pembangunan pada Segmen 1B yang memerlukan penyesuaian dan perhatian terkait perpanjangan kontrak pekerjaan.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Shamy Ardian, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung percepatan penyelesaian pengadaan tanah proyek strategis tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
“BPN Kaltim siap mendukung penuh percepatan penyelesaian pengadaan tanah Jalan Tol Akses IKN dengan memperkuat koordinasi bersama seluruh pihak terkait agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan sesuai target,” ujar Shamy Ardian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait semakin solid dalam mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur strategis nasional, khususnya akses menuju Ibu Kota Nusantara.(*/KANTAHBPN)















Discussion about this post