TARAKAN – Sejak 24 hingga 26 April lalu, tim Penyuluh Kehutanan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan menggelar kegiatan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) di Kelurahan Kampung Enam, Kecamatan Tarakan Timur.
Di jelaskan Kepala Seksi Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) dan Pemberdayaan Masyarakat pada KPH Tarakan, Agnes Noni Novita Ham Imbiri, IPW sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh data wilayah agroekosistem. Data itu, meliputi topografi, jenis tanah, vegetasi, tata guna lahan, iklim, curah hujan, dan lainnya.
“Untuk Penyuluh Kehutanan, kegiatan ini diperlukan sebagai bahan acuan penyusunan perencanaan penyuluhan kehutanan yang tepat sasaran sehingga pelaksanaan kegiatan penyuluhan dapat terasa manfaatnya bagi masyarakat,†jelas Noni.



Metode yang digunakan untuk IPW kali ini, adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode ini digunakan untuk memahami keadaan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. “Secara umum tujuan IPW sendiri, adalah mengetahui kondisi umum Kelurahan Kampung VI, masyarakatnya, serta interaksi masyarakat dengan hutan di wilayah tersebut,†urainya.





Pengambilan data sendiri difokuskan pada masyarakat yang menggarap lahan yang mendekati kawasan lindung, yakni Rukun Tetangga (RT) 14 dan 15. (*/tim)





