Menu

Mode Gelap

Daerah · 16 Nov 2023 16:15 WITA ·

Bahasa Dayak, Tidung, dan Bulungan Mulai Diajarkan di Sekolah


					Bahasa Dayak, Tidung, dan Bulungan Mulai Diajarkan di Sekolah Perbesar

TANJUNG SELOR – Menghadirkan pemerataan pembangunan dalam segala bidang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bulungan bukan hanya disektor pembangunan fisik hingga infrastruktur.

Namun juga pembangunan sosial budaya masyarakat terutama bagaimana mempertahankan dan melestarikan adat istiadat, budaya hingga bahasa masyarakat asli tetap eksis dan berkembang di lingkungan masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si saat membuka lounching kurikulum muatan lokal (Mulok) bahasa dan sastra daerah Kabupaten Bulungan, terutama Bahasa Dayak, Tidung hingga Bulungan di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pada Selasa 15 November 2023 mengatakan.

Pihaknya sangat serius dalam upaya mempertahankan dan membangkitkan kembali penggunaan bahasa hingga adat istiadat masyarakat asli Bulungan.

Baca Juga : Bupati Syarwani Serahkan Bansos di Momen HUT Pahlawan Ke-59

“Bahkan dalam kesempatan saya berbicara dengan kelompok masyarakat adat. Bagaimana kita harus menarasikan dan menulis tentang bahasa, hingga budaya masyarakat asli dalam bentuk dokumen,”tegas bupati belum lama ini.

Harapanya, tiap prosesi perkawainan atau apapun baik Tidung, Bulungan, Dayak apa yang telah dilakukan orangtua kita juga sama dengan apa yang lakukan oleh anak cucu yang sekarang.

“Mungkin yang kita catat hari ini adalah narasumber kedua, mungkin (generasi) diatasnya seharusnya lebih banyak referensi akar budaya kita yang bisa kita catat,”terangnya.

Apa yang dilakukan hari ini adalah langkah maju dengan mancatat menarasikan dalam konteks bahasa yang kemudian kita ajarkan ke sekolah-sekolah dalam bentuk kurikulum muatan lokal.

“Tentu kedepan harus lebih banyak lagi yang harus kita lakukan,”singkatnya.

Bupati menambahkan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata juga harus bersinergi bagaimana mengangkat dan mempromosikan bahasa dan budaya asli kita bukan hanya dalam kegiatan formal pendidikan saja. Namun juga melalui konten media sosial dikalangan anak muda.

“Bulungan ini banyak konten kreator yang pengikutnya jutaan namun sayangnya belum banyak yang mempromosikan kebudayaan asli Bulungan,”ungkapnya.

Kedepan, kata bupati, kita harus banyak membuat konten bahasa asli Tidung, Dayak maupun Bulungan di berbagai platform media sosial.

“Sehingga anak anak kita tetap memiliki memori tentang bahasa daerahnya,” tambahnya.

Menurutnya demi menjaga dan melindungi eksistenti bahasa dan budaya asli, Pemda Bulungan juga telah menerbitkan peraturan butapi tentang kurikulum bahasa daerah pada muatan lokal pendidikan disekolah.

“Saat ini sudah ada 20 sekolah menerapkan kurikulum muatan lokal bahasa daerah. Mudahan semakin hari semakin bertambah, saya harap teman-teman guru dan kepala sekolah membuka peluang menerapkan ini. Baru kemudian melangkah pada aspek budaya,” katanya.

Dengan semakin maju dan berkembangnya Kabupaten Bulungan, kata bupati terlihat pergeseran budaya dan tradisi masyarakat asli dibandingkan tahun 70 an hingga 80 dengan era sekarang.

“Memang tidak bisa kita hindari orang luar masuk membawa budaya baru dan pikiran baru yang bisa merusak mengikis budaya asli di Kabupaten Bulungan. Sehingga kita lakukan langkah atisipasi supaya bahasa dan budaya asli tetap dipertahankan,” pungkasnya. (**)

Print Friendly, PDF & Email
Artikel ini telah dibaca 34 kali

blank badge-check

Redaksi

blank blank blank blank
Baca Lainnya

Sinergi Dengan Pemerintah Percepat Pemulihan Kelistrikan Mahulu

19 Mei 2024 - 18:36 WITA

blank

Hadiri Turnamen Domino, Gubernur Zainal Apresiasi Semangat Kebersamaan

19 Mei 2024 - 18:30 WITA

blank

Bambang Susantono: Digitalisasi dan Solusi Berbasis Alam sebagai Metode Pengelolaan Air dan Manajemen Bencana di Nusantara

19 Mei 2024 - 18:15 WITA

blank

Apel Komandan Satuan TA 2024 Di Akhiri Gowes bersama

19 Mei 2024 - 18:11 WITA

blank

PLN Gelar Apel Siaga Kelistrikan, Pastikan Keandalan Pelayanan KTT WWF 2024 di Bali

19 Mei 2024 - 18:06 WITA

blank

Gubernur : Kerukunan dan Toleransi Kunci Sukses Membangun Kaltara

19 Mei 2024 - 17:50 WITA

blank
Trending di Daerah