TARAKAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kota Tarakan melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkim) terus memacu program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dalam kunjungan kerja Komisi III DPRD pada Selasa (3/2/26), Kepala Dinas Perkim Kota Tarakan, Edy Susanto, mengungkapkan pihaknya tengah mensinkronkan data usulan daerah dengan program pemerintah pusat untuk memastikan ribuan warga mendapatkan hunian yang layak.
Edy menjelaskan pihaknya telah mengusulkan sebanyak 1.000 unit rumah melalui aplikasi Sibaru (Sistem Informasi Bantuan Perumahan). Dari hasil verifikasi lapangan, ditemukan beberapa kendala administrasi yang membuat angka tersebut menyusut.
”Dari 1.000 yang diusulkan, hasil verifikasi kemarin ada 990 unit yang valid, sementara 10 unit lainnya terdeteksi data ganda. Setelah diverifikasi lebih dalam sesuai persyaratan, sebanyak 580 unit masuk dalam tahap siap salur,” ujar Edy.
Meskipun demikian, untuk tahap pertama di tahun ini, Kota Tarakan mendapat alokasi kuota sebanyak 200 unit. Edy optimis jumlah ini akan terus bertambah seiring berjalannya proses verifikasi pada tahap-tahap berikutnya.
Terkait besaran bantuan, Edy merinci nilai bantuan untuk satu unit rumah adalah Rp20 juta. Anggaran ini bersumber dari program pusat yang pengerjaannya diawasi ketat oleh tim fasilitator.
Adapun pembagian dana tersebut meliputi Rp17,5 Juta dialokasikan untuk pembelian material bangunan. Dan Rp2,5 Juta untuk upah tukang.
”Sistemnya transparan. Masyarakat penerima bantuan harus membuka buku tabungan karena dana langsung ditransfer ke rekening mereka. Tidak melalui dinas. Kami hanya menyiapkan tim pendamping untuk melihat apa saja kebutuhan perbaikan rumah mereka,” tegasnya.
Selain dari kuota pusat, Pemkot Tarakan juga mengalokasikan bantuan bedah rumah melalui APBD murni sebanyak 29 unit. Edy menegaskan kriteria penerima bantuan sangat ketat untuk memastikan azas keadilan.
”Syarat utamanya adalah masyarakat berpenghasilan rendah dan belum pernah menerima bantuan serupa sebelumnya. Kami ingin memastikan bantuan ini merata dan tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Edy.(*/mt)















Discussion about this post