• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Kaltara Masih Kekurangan Dokter

Pemprov Fasilitasi Usulan dari Kabupaten/Kota ke Kementerian

by admin
7 Oktober 2019 08:00
in Daerah, Ekonomi, Fokus, Pendidikan, Sosial Budaya
A A
Kaltara Masih Kekurangan Dokter

KESEHATAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Tarakan, belum lama ini.Poto:Humas Provinsi Kaltara

TANJUNG SELOR – Sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) masih kekurangan dokter. Utamanya di beberapa daerah terpencil, pedalaman dan perbatasan. Tak hanya itu, beberapa rumah sakit yang baru dibangun di Kaltara juga masih membutuhkan dokter spesialis. Termasuk kurangnya tenaga bidang farmasi, seperti apoteker maupun analis.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengakui, kondisi geografis Kaltara, yang mana ada beberapa wilayah yang sulit dijangkau, menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan tenaga kesehatan, utamanya dokter.

Baca Juga

Berbagi dengan Cara Berbeda, JMSI Kaltara Sasar Warga di Jalanan Tarakan

Wagub Kaltara Bertemu Kepala Otorita IKN, Bahas Peran Hinterland Dukung Nusantara

Di Balik Terang Ramadan dan Idulfitri, PLN UIP KLT Jaga Keandalan Listrik Kaltim–Kaltara

Tebar Kebahagiaan Ramadan, Pertamina Patra Niaga Ajak 60 Janda dan Anak Yatim Belanja Bareng

Sesuai laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, kata Irianto, kekurangan dokter kebanyakan terjadi di Puskesmas yang berada di wilayah yang terisolir. “Ada beberapa Puskesmas, yang sampai sekarang belum ada dokternya. Ini bukan Pemerintah Daerah tidak berupaya memenuhi. Tapi karena lokasinya yang jauh di pedalaman, sehingga tidak ada dokter bersedia ditempatkan di sana,” ungkap Gubernur.

Selain dokter umum, lanjut Gubernur yang didampingi Kepala Dinkes Kaltara Usman, Kaltara juga kekurangan dokter spesialis. Yaitu untuk mengisi rumah sakit pratama yang sudah selesai dibangun. Seperti di Sebatik, dan Krayan Kabupaten Nunukan, serta Long Apung, Malinau. Termasuk rumah sakit di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

“Rumah Sakit Pratama, sesuai ketentuannya minimal harus ada 2 tenaga dokter sepesialis. Yakni dokter penyakit dalam dengan kandungan, atau juga dokter spesialis anak. Sementera untuk di Rumah Sakit KTT, minimal 4 dokter spesialis, yaitu dokter spesialis anak, dokter bedah, spesialis dalam, dan spesialis kandungan, ini harus ada,“ ungkap Usman menambahkan.

Dikatakan, hingga saat ini di Kaltara ada 355 dokter. Terdiri dari 244 dokter umum, 50 dokter gigi, 55 dokter spesialis, serta 6 dokter gigi spesialis. Dari jumlah itu, Kaltara masih kurang puluhan dokter. Dengan rincian, dokter umum sebanyak 20 orang, dokter spesialis penyakit dalam sebanyak 5 orang, penyakit anak 5 orang, juga dokter spesialis bedah, spesialis mata, kandungan dan lainnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dokter, Gubernur mengatakan, melalui Dinkes Kaltara telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Dan dari kementerian menyatakan siap mendistribusikan tenaga dokter. Namun dengan syarat ada usulan dari Pemerintah Kabupaten Kota, serta pernyataan menyiapkan pembayaran gaji para tenaga dokter, tempat tinggal, dan alat-alat kesehatannya.

Infografis

Selain terus berupaya memenuhi tenaga kesehatan, terutama dokter, Gubernur menambahkan, Pemprov Kaltara juga tak henti terus memberikan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau. Salah satunya melalui program Dokter Terbang.

“Melalui program ini, kita siapkan dokter spesialis, yang kita biayai untuk datang ke daerah-daerah terpencil. Kita berikan pelayanan kepada masyarakat di sana, secara gratis,” ujarnya.

Sementara itu, lebih lanjut Usman membeberkan, selain dokter, Sumber Daya Manusia (SDM) pada bidang kesehatan yang masi kurang adalah tenaga farmasi atau apoteker, serta tenaga analis untuk setiap Puskesmas.

“Aturannya semua Puskesmas harus memiliki opeteker minimal 1 apoteker. Juga harus tenaga analis beserta laboratoriumnya. Sementara kondisi sekarang, dari 56 Puskesmas di Kaltara, tenaga apoteker dimiliki hanya sekitar 20 orang saja,“ ungkap Usman.

“Sementara itu, untuk perawat sudah memenuhi semuanya. Bahkan ada beberapa tempat di kabupaten kota yang berlebih. Tapi ini wajar, karena kondisi geografis di Kaltara. Sehingga kita melebihi dari target nasional. Target nasional itu 100 perawat dari 100 ribu penduduk,“ jelasnya.

Mengenai pengusulan ke pusat atau Kementerian Kesehatan, imbuhnya, utamanya untuk memenuhi kebutuhan dokter di rumah sakit kabupaten/kota, prosedurnya dari kabupaten kota yang mengusulkan kepada provinsi, lalu dari Pemerintah Provinsi akan memfasilitasi usulan kebutuhan dokter ke Kementerian.

“Dari Kementerian menyatakasn siap membantu menempatkan dokter spesialis, asal kita siap juga memberikan insentif, rumah dan alat kesehatan yang dibutuhkan. Misal kita minta anastesi harus ada mesin anastesi dan ruang operasi. Atau kita minta spesialis bedah, maka harus suda siap ruang operasi, meja operasi dan juga alat-alat untuk operasinya,” kata Usman lagi.

Sementara untuk dokter umum, kementerian hanya bisa drop dokter umum yang baru lulus, dan gaji ditanggung oleh kementerian.  Namun pemerintah kabupaten/kota harus menyiapkan mes atau tempat tinggal dan insentif, minimal sekitar Rp 1,5 jt per bulan. (*/iik)

Tags: borneoDokterFokusfokusborneoKalimantan UtaraKaltara Masih Kekurangan DokterPemprov Fasilitasi Usulan dari Kabupaten/Kota ke KementerianProvinsi Kaltara

Berita Lainnya

Daerah

Berbagi dengan Cara Berbeda, JMSI Kaltara Sasar Warga di Jalanan Tarakan

18 Maret 2026 20:01
Daerah

Wagub Kaltara Bertemu Kepala Otorita IKN, Bahas Peran Hinterland Dukung Nusantara

18 Maret 2026 18:18
Di Balik Terang Ramadan dan Idulfitri, PLN UIP KLT Jaga Keandalan Listrik Kaltim–Kaltara
Daerah

Di Balik Terang Ramadan dan Idulfitri, PLN UIP KLT Jaga Keandalan Listrik Kaltim–Kaltara

18 Maret 2026 18:10
Di Balik Terang Ramadan dan Idulfitri, PLN UIP KLT Jaga Keandalan Listrik Kaltim–Kaltara
Daerah

Tebar Kebahagiaan Ramadan, Pertamina Patra Niaga Ajak 60 Janda dan Anak Yatim Belanja Bareng

18 Maret 2026 15:55
Fokus

Mudik Gratis 2026, Gubernur Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Pemudik

18 Maret 2026 10:21
Daerah

Dinkes Balikpapan Siagakan Layanan Kesehatan dan Posko Mudik Lebaran 2026

18 Maret 2026 08:03
Next Post
DKP Bangun Demplot Budidaya Udang Ramah Lingkungan

Tanpa Ada Izin, Dilarang Membangun di Atas Perairan

Bidan sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Bidan sebagai Garda Terdepan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kapolda Kaltara Tinjau Jembatan Baru di Sungai Cahaya Baru, Akses Pelajar Kini Lebih Aman

    Kapolda Kaltara Tinjau Jembatan Baru di Sungai Cahaya Baru, Akses Pelajar Kini Lebih Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yon TP 922/Upun Taka Mulai Ditempatkan di Tana Tidung, Dandim Tana Tidung Tekankan Kesiapan Prajurit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momentum Ramadan, KKBM Kaltara Siap Gelar Bukber Guna Pererat Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Camat Tarakan Utara Hadiri Rapat Persiapan Pembangunan Pusat Pemerintahan Kota Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Dekade Berbagi: PSHT Cabang Tarakan Salurkan 1.000 Paket Takjil dan Sembako di Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Mudik ke Jawa Barat, 11 Kantor Pertanahan Tetap Layani Masyarakat

18 Maret 2026 21:03

Berbagi dengan Cara Berbeda, JMSI Kaltara Sasar Warga di Jalanan Tarakan

18 Maret 2026 20:01
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP