• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Menurun

by Redaksi
17/01/2020
in Daerah, Ekonomi
A A
Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan Menurun

PADA September 2019, jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara (Kaltara) mencapai 48,61 ribu jiwa atau 6,49 persen dari total jumlah penduduk. Apabila dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 48,78 ribu jiwa (6,63 persen), maka jumlah penduduk miskin secara absolut berkurang 0,2 ribu orang atau berkurang 0,14 persen (selengkapnya lihat grafis). Ini disampaikan Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara tentang tingkat kemiskinan September 2019 Kaltara, Kamis (16/1).

Disebutkan Irianto, hal tersebut cukup menggembirakan karena terbukti keberadaan Provinsi Kaltara lewat sejumlah kebijakannya mampu mengurangi angka kemiskinan. “Persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Sebab, selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan pengentasan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan,” jelas Irianto.

Baca Juga

Kapolda Kaltara Cek Mako dan Serahkan Bingkisan Olahraga di Polsek Tanjung Palas Utara

Polresta Bulungan Terus Tanggapi Karhutla, Tim Gabungan Turun Tangan Padamkan Api di Slimau 1

Truk Sembako Mogok Ditabrak Gran Max di Poros Bulungan-Malinau, Satu Meninggal Dunia

Kota Tarakan Raih Penghargaan Indeks Reformasi Hukum Terbaik 2026

Tercatat, pada periode Maret hingga September 2019, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami penurunan, begitu pula Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami penurunan. Terdata, P1 turun dari 1,157 pada keadaan Maret 2019 menjadi 1,122 pada keadaaan September 2019. Sementara P2 turun dari 0,309 menjadi 0,269 pada periode September 2019. “Menurut analisas BPS, nilai P1 dan P2 di daerah perdesaan lebih tinggi daripada perkotaan. Pada bulan September 2019, nilai P1 untuk perkotaan hanya 0,772 sementara di daerah perdesaan mencapai 1,660. Nilai P2 untuk perkotaan hanya 0,167 sementara di daerah perdesaan mencapai 0,425,” beber Gubernur.

Disamping itu, jumlah penduduk miskin juga dipengaruhi oleh garis kemiskinan. Dijelaskan Irianto, selama Maret hingga September 2019, Garis Kemiskinan naik sebesar 2,52 persen, yaitu dari Rp 651.416 per kapita per bulan pada Maret 2019 menjadi Rp 667.833 per kapita per bulan pada September 2019.

“Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada September 2019, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 73,22 persen,” ungkap Irianto.

Menurunnya angka kemiskinan itu, menurut Gubernur juga dipengaruhi oleh membaiknya iklim investasi. Dimana, investasi yang sudah terealisasi mampu menyerap tenaga kerja lokal yang ada. “Sesuai data DPMPTSP, jumlah tenaga kerja lokal baik di sektor PMDN maupun PMA masih jauh lebih besar ketimbang tenaga kerja asing,” tutup Gubernur.(**/Redaksi)

 

Tags: Badan Pusat StatistikborneoFokusfokusborneoHumas Pemprov KaltaraInvestasiinvestorKalimantan UtaraKemiskinanPemprov KaltaraTanjung Selor

Berita Lainnya

Kapolda Kaltara Cek Mako dan Serahkan Bingkisan Olahraga di Polsek Tanjung Palas Utara
Daerah

Kapolda Kaltara Cek Mako dan Serahkan Bingkisan Olahraga di Polsek Tanjung Palas Utara

20 Agustus 2026 12:39
Polresta Bulungan Terus Tanggapi Karhutla, Tim Gabungan Turun Tangan Padamkan Api di Slimau 1
Daerah

Polresta Bulungan Terus Tanggapi Karhutla, Tim Gabungan Turun Tangan Padamkan Api di Slimau 1

20 Agustus 2026 12:29
Daerah

Truk Sembako Mogok Ditabrak Gran Max di Poros Bulungan-Malinau, Satu Meninggal Dunia

20 Agustus 2026 12:20
Daerah

Kota Tarakan Raih Penghargaan Indeks Reformasi Hukum Terbaik 2026

20 Agustus 2026 09:08
Aliansi Peduli NTT di Tarakan Galang Dana untuk Korban Gempa, Hari Pertama Terkumpul Rp16 Juta
Daerah

Aliansi Peduli NTT di Tarakan Galang Dana untuk Korban Gempa, Hari Pertama Terkumpul Rp16 Juta

20 Agustus 2026 06:52
Daerah

PT KPB Gelar Pelatihan K3 Bersertifikat, 70 Warga Balikpapan-PPU Dapat Kesempatan

19 Agustus 2026 18:10
Next Post
Dispar Fokus Kembangkan Potensi Destinasi Wisata

Dispar Fokus Kembangkan Potensi Destinasi Wisata

Color Run: MUI Berikan Masukan, Keputusan Ada di Pemkot

Color Run: MUI Berikan Masukan, Keputusan Ada di Pemkot

Dibuka Presiden, Gubernur Hadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan

Dibuka Presiden, Gubernur Hadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Pembangunan Yonif TP 922/Upun Taka di Tana Tidung Segera Dimulai, Diawali Prosesi Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lima Bulan di Tana Tidung, Yonif TP 922/Upun Taka Rayakan HUT RI Bersama Warga Betayau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Perumda Tarakan Bakal Dilebur, Direktur Poltek Bisnis Kaltara Dorong Skema Holding Perseroda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Tana Tidung Sampaikan Duka Cita Atas Kebakaran di Tideng Pale, Ajak Warga Saling Bantu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Kapolda Kaltara Cek Mako dan Serahkan Bingkisan Olahraga di Polsek Tanjung Palas Utara

Kapolda Kaltara Cek Mako dan Serahkan Bingkisan Olahraga di Polsek Tanjung Palas Utara

20 Agustus 2026 12:39

HUT ke-81 RI, PHI dan SKK Migas Dukung Penanaman 1.708 Pohon di IKN

20 Agustus 2026 12:34
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP