Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 3 Nov 2020 05:19 WITA ·

Kenang Sejarah Terbentuknya Provinsi Kaltara, Alumni Mahasiswa Utara Gelar Bedah Buku Berjudul “Konsisten Berjuang Untuk Kalimantan Utara : Anang Dachlan Djauhari”


Alumni mahasiswa utara menggelar bedah buku untuk mengenang lahirnya gagasan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Warung DJ
JL. WR. Supratman, Karang Anyar, Kota Tarakan, Jumat (30/10). Foto : Istimewa Perbesar

Alumni mahasiswa utara menggelar bedah buku untuk mengenang lahirnya gagasan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Warung DJ JL. WR. Supratman, Karang Anyar, Kota Tarakan, Jumat (30/10). Foto : Istimewa

TARAKAN – Alumni mahasiswa utara menggelar bedah buku untuk mengenang lahirnya gagasan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Warung DJ Jalan WR. Supratman, Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Jumat (30/10/20). Buku yang dibedah ini, berisi peristiwa sejarah 20 tahun lalu sebelum Provinsi Kaltara terbentuk.

Selain menghadirkan penulisnya Ismit Mado, Mahmud, Oscar Rudiansyah dan Haryansyah Budiman, bedah buku juga menghadirkan para alumni mahasiswa yang aktif disaat awal wacana Kaltara.

Buku ini juga bukan hanya memuat potret sejarah dari sosok yang telah turut berjuang dari awal hingga akhir terbentuknya Provinsi Kaltara, namun juga memuat peristiwa-peristiwa sejarah Kaltara itu sendiri.

Gagasan pembentukan Provinsi Kaltara ini, tercetur pada saat dialog 20 tahun lalu yang menghadirkan para tokoh hingga terbentuk dewan formatur yang terdiri dari Drs. AM Sulaiman, MSc, Dr. Jusuf SK, Drs. Masdjuni, Drs. Zainal Abidin, H. Abdul Djalil fatah,, Sofyan Asnawie, H. sukri Hasan, H. Udin Hianggio, Drs. Asmunie Alie dan Anang Dahlan.

Buku yang diberi judul “Konsisten Berjuang Untuk Kalimantan Utara : Anang Dachlan Djauhari”, adalah hasil research kecil para alumni penggagas Kaltara yang sengaja dipersembahkan untuk memberikan penghargaan kepada salah satu tokoh pejuang Kaltara, Anang Dachlan.

“Buku ini terdiri atas 5 bab atau para penulisnya menyebut sebagai keping-keping mozaik Anang Dachlan. Mudahan dengan adanya buku ini dan membacanya ada sepenggal cerita yang dapat terungkap dalam kesejarahannya,” kata penulis DR. Ismit Mado.

Bagi penulis, buku ini merupakan sumbangsih generasi bagi para tokoh yang konsisten berjuang untuk Kaltara. Hingga sekarang ini, tokoh yang masih tersisa dan terlibat secara konsisten mengawal Kaltara selain Anang Dachlan, adalah dr. Jusuf SK dan H. Udin Hianggio.

Penulisan buku ini, menggunakan pendekatan teori C. Wright Mills, salah satu sosiolog terpenting Amerika mungkin bisa menjadi acuan karakteristik ketokohan dan fenomena sosial masyarakat saat wacana Kaltara ini didengungkan. Dalam bukunya sociological imagination, Mills menggabungkan tiga unsur penting di dalam studi sosial yaitu, biografi, sejarah, dan struktur sosial yang berlaku dalam hidup seorang tokoh.

“Biografi, sejarah maupun struktur sosial berpadu dalam diri Anang Dachlan yang saling melengkapi dan turut memberi peran dan pembentukan kepribadian beliau. Kecamuk sosial akibat perang di masa kanak-kanak dengan tetap memanggul semangat untuk bersekolah, sangat kontras dan unpredictible,” ujar Ismit

Kisah yang tersaji dalam keping-keping episode perjalanan Anang Dachlan, dapat dikategorikan sebagai buku bergenre sosiologi biografi atau biografi dalam konteks historis tertentu. Ini merupakan bagian pembentukan jatidiri hingga keterkaitan dengan rangkaian panjang perjuangan ide Kaltara.

“Ada 4 Fase perjuangan pembentukan Provinsi Kaltara selama 12 tahun diantaranya fase Mahasiswa Utara, fase Pemuda/KNPI, dase Dewan Presidium dan fase Masyarakat Kaltara Bersatu [MKB],” jelas Ismit.

Sementara itu, salah satu tokoh lahirnya gagasan terbentuknya Provinsi Kaltara H. Udin Hianggio menyatakan salut kepada para penulis yang merupakan bagian dari saksi sejarah awal wacana Kaltara.

Dalam keterangannya melalui sambungan telepon, Mantan Ketua DPRD Kota Tarakan dua periode dan Mantan Walikota Tarakan satu periode tersebut membenarkan sejah perjalanan panjang Kaltara dan adanya Anang Dachlan di setiap peristiwanya yang dituliskan dalam buku judul “Konsisten Berjuang Untuk Kalimantan Utara : Anang Dachlan Djauhari”.

“Saya berharap buku ini memberi aspirasi kepada generasi Kaltara, dan sebagai catatan para penulis bahwa ada 3 cara kekuasaan melemahkan suatu negeri atau bahkan menjajahnya. Caranya, kaburkan sejarahnya, hilangkan bukti-bukti sejarahnya, dan putuskan hubungan dengan para leluhurnya,” tutup Ismit mengutip tulisan penulis sejarah asal Swedia, Juri Lina.(**/mt).

Artikel ini telah dibaca 636 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

FKKRT Tarakan Berkomitmen Dukung Program Kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara

5 Desember 2021 - 14:18 WITA

Peringatan Hari Armada RI, Gubernur Bersama Danlantamal XIII Tanam Mangroove di Tarakan

5 Desember 2021 - 12:52 WITA

Musik Alam Fest 2K21, Gubernur Puji Kreativitas Anak Muda Kaltara

5 Desember 2021 - 12:32 WITA

Bupati Ibrahim Ali Manfaatkan Gedung Pemda Yang Terbengkalai

5 Desember 2021 - 06:34 WITA

Sekda Harapkan FKPPI Kaltara Jadi Ujung Tombak Hadapi Ancaman Non-Militer

4 Desember 2021 - 22:00 WITA

DWP Kaltara Peringati HUT Dharma Wanita dengan Aksi Sosial

4 Desember 2021 - 12:40 WITA

Trending di Advetorial