TANA TIDUNG – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung (KTT) terus berinovasi, salah satunya yakni pengembangan aplikasi perekaman data ternak yang ada di wilayah Tana Tidung.
Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan KTT, Yusri Hardani, SE menjelaskan, inovasi baru tersebut disebut O-Pedet yaitu optimalisasi perekaman data ternak terpadu.
“Tujuannya adalah untuk mencari data yang valid, biasanya kan ketersedian data itu kan kurang akurat atau tidak valid,” jelas Yusri Hardani, Kamis (25/3/2021).
Kemudian kelebihan O-Pedet yakni dapat mengetahui data secara keseluruhan ternak baik dari kelahiran, perkawinan, nama pemilik, termasuk tinggi bobot badan dalam satu aplikasi.
“Selain itu kita juga dapat mengetahui silsilah dari ternak itu misalnya induknya dari mana, pemilik awalnya siapa nanti akan bermanfaat jika kita melakukan perkawinan alam, agar tidak terjadi perkawinan dalam satu keluarga atau inbreeding, kalau perkawinan satu keluarga itu hasilnya tidak akan baik, bisa jadi kerdil atau cacat dan mutu genetiknya jadi kurang bagus,” terangnya.
Dengan adanya aplikasi O-Pedet ini maka mutu genetik juga bisa meningkat. Karena dapat diketahui penjatanya apakah dari anak dari salah satu ternak.
“Jadi kalau berasal dari satu indukan tidak boleh di kawinkan dengan induknya, nanti akan di crosbreeding,” sambungnya.
Kemudian O-Pedet memberikan kemudahan pemilk, petugas ataupun pembeli ketika akan membeli dengan peternak. Untuk mengetahui data ternak pembeli tinggal langsung scan barcode.
“Dengan menggunakan handphone berbasis android, pengambilan data ternak tinggal scan QR Code. Nah ini berbeda dengan aplikasi sebelumnya atau Sipedet,” ucapnya.
Yusri mengatakan, sistem ini akan di guanakan tahun depan. Dan program ini sebenarnya hanya pengembangan dari sistem yang dimilki pemkab sebelumya.
Dinas Pertanian sebelumnya memiliki Sipedet (sistem pengembangan peternakan hewan terpadu). Sistem Sipedet ini berbasis web, kemudian O-Pedet berbasis android dan tinggal scan melalui QR Code kemudian muncul kartu.
“Ini inovasi yang akan kita kembangkan Insya Allah tahun depan akan kita lakukan. Sebenarnya tidak butuh anggaran banyak hanya pengembangannya saja, kita menambahkan menu yang terkait dengan perekaman,” pungkas. (her/Iik)















Discussion about this post