• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Desa Tanah Merah Barat Lestarikan Kerajinan Anyaman Pandan dan Bambu

by Redaksi
03/05/2021
in Daerah
A A

Warga Desa Tanah Merah Barat meneruskan tradisi mengayam tikar daun pandan.Foto: Doc.Kantor Desa Tanah Merah Barat

TANA TIDUNG – Sebagai wujud cinta tanah air dan bangga menggunakan produk dalam negeri serta sebagai upaya pelestarian kearifan lokal, Desa Tanah Merah Barat terus mempertahankan budaya, melestarikan dan mengembangnya.

Salah satu yang terkenal di Desa Tanah Merah Barat sampai saat ini adalah produk anyaman, bahkan Desa ini dikenal sebagai kampung sentra industri kecil anyaman pandan dan bambu dengan slogan cinta tanah air itu bagian dari iman.

Baca Juga

Perkuat Perlindungan Pesisir, Pemprov Matangkan Strategi Pengelolaan Mangrove

Ombudsman Sampaikan Evaluasi Pelayanan Publik, Gubernur Kaltara Siapkan Pembenahan

DKISP Perkuat Tata Kelola Statistik Sektoral dan Penyajian Data Infografis

Bunda PAUD Tana Tidung Vamelia Ibrahim Diundang ke Forum Pendidikan Anak Usia Dini Asia-Pasifik

Tikar pandan atau dikenal warga Tanah Merah dengan sebutan Daun Belungis itu, dinilai hampir punah dengan banyaknya tikar moderen yang membuat tikar pandan sudah jarang di gunakan masyarakat.

Penjabat Kades Desa Tanah Merah Barat, Fitriaty mengatakan, dalam rangka pelestarian kearifan lokal, aparat pemerintah desa menggelar pelatihan anyaman kepada masyakata.

Tujuan dari pelatihan kepada warga terdiri dari ibu-ibu dan para remaja ini untuk mengajarkan kepada mereka dalam meneruskan tradisi mengayam tikar daun pandan.

Diakuinya, bahan yang dipakai untuk mengayam tersebut sangat susah untuk didapat saat ini. Bahan dari Daun Pandan ada dua jenis, Pandan Berduri dan tidak berduri. Yang mana telah dibudidaya sendiri agar ke depanya tidak susah mendapatkan bahan. Dan juga bisa menjadi pendapatan tambahan bagi warga.

“Bahanya ini dari Daun Pandan, tapi bukan Daun Pandan yang sering kita pakai buat masak, ada daun pandan khusus yang dipakai untuk tikar, nah saat ini bahanya ini sudah susah dicari di sini. Makanya kami budi daya kan sendiri daun pandan ini agar mudah diambil dan di buat tikar,” ungkapnya.

Menurutnya, jika prospek mengayam tikar pandan ini baik maka akan dikembangkan untuk di jual dan menjadi tambahan penghasilan bagi warga. Akan ada kerja sama nantinya baik itu Bumdes atau Disperindagkop.

“Ini juga bisa menjadi penghasilan warga, tikar-tikar yang mereka buat bisa di jual nantinya. Apakah nanti melibatkan Disperindagkop atau Bumdes itu kita akan liat dulu karena ini masih dalam tahap pelatihan dulu,” katanya.

Ia berharap, bukan hanya tikar pandan yang akan dilestarikan akan tetapi semua jenis anyaman yang dari bahan daun pandan yang akan di kembangkan nantinya.

“Semoga apa yang telah diajarkan oleh orang tua kita dulu bisa menurun ke anak cucu dan ke depannya akan menjadi penghasilan tambahan bagi warga, khsusunya warga di Desa Tana Lia Barat ini,” pungkasnya.

Salah satu peserta mengayam Mayangsari mengungkapkan, bahwa tingkat kesulitan dalam mengayam adalah tantangan tersendiri, dan tidak semudah yang di bayangkan.

“Kalau dibilang susah ya tidak juga, memang saya pikir tadi mudah saja setelah saya anyam ternyata agak sulit tapi diajarkan caranya setelah berapa jam akhirnya sudah terbiasa meski pertama kesulitan,” kata Mayangsari.

Ia juga meminta kepada pihak desa untuk bisa berkontribusi untuk mengaplikasikan hasil dari anyaman warga, menurutnya tradisi mengayam tikar pandan di Ta omna Tidung sudah hampir punah. (her/iik)

Tags: AnyamanAnyaman tikar pandanborneoDesa TANA merahFbFokusborneofokusborneoKabupaten Tana TidungKTTTikar

Berita Lainnya

Perkuat Perlindungan Pesisir, Pemprov Matangkan Strategi Pengelolaan Mangrove
Daerah

Perkuat Perlindungan Pesisir, Pemprov Matangkan Strategi Pengelolaan Mangrove

20 Oktober 2026 20:05
Ombudsman Sampaikan Evaluasi Pelayanan Publik, Gubernur Kaltara Siapkan Pembenahan
Daerah

Ombudsman Sampaikan Evaluasi Pelayanan Publik, Gubernur Kaltara Siapkan Pembenahan

20 Oktober 2026 19:42
DKISP Perkuat Tata Kelola Statistik Sektoral dan Penyajian Data Infografis
Daerah

DKISP Perkuat Tata Kelola Statistik Sektoral dan Penyajian Data Infografis

20 Oktober 2026 19:20
Daerah

Bunda PAUD Tana Tidung Vamelia Ibrahim Diundang ke Forum Pendidikan Anak Usia Dini Asia-Pasifik

20 Oktober 2026 18:10
Daerah

Gubernur Sambut Kapolda Baru, Sinergi Keamanan Kaltara Diperkuat

20 Oktober 2026 16:05
Rumah BUMN Tanjung Selor Resmi Dibuka, UMKM Didorong Naik Kelas
Daerah

Rumah BUMN Tanjung Selor Resmi Dibuka, UMKM Didorong Naik Kelas

20 Oktober 2026 16:00
Next Post

Ketua DPRD Tana Tidung Jamhari Ajak ASN Jadi Contoh Tidak Mudik

Serius Bangun Industi Hijau, FFI Lirik Dua Kabupaten di Kaltara untuk Bangun PLTA

Cegah Gelombang Kedua Covid-19, Bupati Bulungan Minta Semua Pihak Dukung Kebijakan Larangan Mudik

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kapolda Kaltara Andi Syahriful Taufik Terima Laporan Kesatuan dan Buku Memori Sertijab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Cek Ruangan Satuan Kerja, Pastikan Lingkungan Kerja Tetap Tertib dan Nyaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Sidak Barak Dalmas Ditsamapta, Tekankan Kebersihan dan Kedisiplinan Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Baru Tembus Pantai Amal Dibuka, Asrin Puji Aksi Gotong Royong TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genangan di Jalan Gajah Mada, DPRD Tarakan dan Provinsi Sepakat Dikerjakan Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

ISEF 2026: UMKM Kaltara Melangkah dari Daerah ke Pasar Dunia

21 Oktober 2026 00:05
Perkuat Perlindungan Pesisir, Pemprov Matangkan Strategi Pengelolaan Mangrove

Perkuat Perlindungan Pesisir, Pemprov Matangkan Strategi Pengelolaan Mangrove

20 Oktober 2026 20:05
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP