Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 10 Mei 2021 15:26 WITA ·

Genjot Green Economy, Pemprov Kaltara Berkomitmen Selesaikan Mega Proyek PLTA 11 Ribu MW


Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP.Foto: Ist Perbesar

Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP.Foto: Ist

TANJUNG SELOR-Program ekonomi hijau atau green economy kini tengah digenjot oleh pemerintah.

Tujuannya agar menjadi sumber kekuatan perekonomian Indonesia ke depan. Keinginan besar pemerintah tersebut tanpa alasan.

Sebab, Indonesia memilki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Seperti luasnya kawasan hutan dan sungai yang diproyeksi bisa menghasilkan energi bersih.

Sehingga pemerintah memilih Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai lokasi pembangunan kawasan industri hijau tersebut.

Rencananya, kawasan itu akan ‘hidup’ dengan pemanfaatan energi bersih. Salah satunya menggunakan sumber kelistrikan dari pembangkit listrik tenaga air yang memanfaatkan arus Sungai Kayan.

“Kita memang sudah seharusnya berpikir ke sana. Untuk itu diperlukan upaya yang sistematis untuk pertumbuhan ekonomi hijau ke dalam proses pengambilan keputusan kebijakan, perencanaan dan investasi di tingkat nasional dan provinsi. Sehingga tercipta iklim yang kondusif bagi rancangan dan investasi kegiatan ekonomi besar dan kecil,” kata Wakil Gubernur Yansen TP, Sabtu (9/5/2021).

Pemerintah, lanjut Yansen, harus berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan mega proyek pembangkit listrik di Sungai Kayan.

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydropower ini bisa menghasilkan tenaga kelistrikan hingga 11 ribu Mega Watt (MW).

Sejatinya, green economy dipersiapkan menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan yang berdampak pada keadilan ekonomi baik antardaerah maupun antardesa dengan kota.

“Kita punya potensi yang bisa menghasilkan energi itu, tetapi kita tidak punya kebijakan. Sekarang kita punya kebijakan, jadi harapan kita jangan hanya kesempatan dapat izin tapi tidak ada perwujudannya,” lanjut dia.

Transformasi energi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT), ungkap mantan Bupati Malinau dua periode ini, sempat disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo saat dirinya menjadi orang nomor satu di Malinau.

“Permintaan Presiden waktu itu, bantu percepatan pembangunan PLTA ini berjalan dengan baik. Bukan hanya Sungai Kayan, progres yang nyata itu di Malinau. Kerangka kerjanya jelas, orientasi juga jelas,” tuturnya.

“Misalnya secara kelembagaan mereka bekerjasama dengan pihak yang kompeten. Bekerjasama dengan PT Adaro Energy, PT Inalum kemudian PLN,” tambah Yansen.

Wagub berharap, Kaltara memperoleh manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah pada green economy. Apalagi, Kaltara merupakan salah satu paru-paru terbesar dunia.

“Mudah-mudahan imbauan Bapak Presiden ini menjadi sebuah motivasi bagi investor,” harap Yansen. (sur/dkispkaltara)

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aksi Damai Tuntut Edy Mulyadi Ditangkap, Kapolres Tarakan: Secepatnya Kita Sampaikan ke Atas

25 Januari 2022 - 10:42 WITA

Aliansi Masyarakat Adat Kaltara Bersatu Gelar Aksi Damai Minta Edy Mulyadi Cs Ditangkap

25 Januari 2022 - 10:17 WITA

Gubernur dan Bupati Jajal Sirkuit Balap Bumi Rahayu

25 Januari 2022 - 10:14 WITA

FKUI Yakin Pemerintah Berikan Solusi

24 Januari 2022 - 20:56 WITA

Diapresiasi Pemerintah, YFKAB Fokus Tiga Pilar

24 Januari 2022 - 18:31 WITA

Pimpin Apel, Wagub Tekankan ASN Junjung Nilai Baik dan Positif

24 Januari 2022 - 16:55 WITA

Trending di Daerah