• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Teknologi Digital Grab, Tingkatkan Peluang Ekonomi dan Akses Layanan Keuangan di Perbatasan Indonesia

by Redaksi
23 Juni 2021 13:10
in Daerah
A A
Teknologi Digital Grab, Tingkatkan Peluang Ekonomi dan Akses Layanan Keuangan di Perbatasan Indonesia

Pasar tradisional di Kota Tarakan. Foto : Istimewa

TARAKAN – Sebagai salah satu Kota termuda di Indonesia, Tarakan yang dekat dengan perbatasan Indonesia – Malaysia telah tumbuh dan berkembang secara pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Tarakan, terus menunjukan peningkatan sebagaimana ditunjukan dalam Indeks Pertumbuhan Manusia di Tarakan yang mencapai angka 76,09 (2019), atau menunjukkan peningkatan sebesar 0.4 poin dibandingkan tahun 2018.

Baca Juga

Api Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan di Sesayap Berhasil Dipadamkan

Pemprov Dukung Pembentukan Kanwil Kementerian HAM Definitif di Kaltara

Audiensi BPJS Kesehatan, Gubernur Tegaskan Komitmen Perluas Akses Layanan Kesehatan

Target Akhir Juni Selesai, Pansus II DPRD Kaltara Kebut Bahas Raperda Perkebunan Berkelanjutan

Angka pengangguran terbuka juga menurun di 2019, menunjukan bahwa Tarakan memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih jauh dan menjadi Kota yang berkembang di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dan Indonesia secara umum.

Pemerintah dan para pelaku bisnis di Tarakan telah bekerja keras bersama untuk meningkatkan penetrasi internet dan literasi digital di Kota ini, dan saat ini telah menunjukkan prospek yang positif. Meskipun dalam kondisi pandemi, menurut laporan East Ventures tentang Digital Competitiveness Index di Indonesia 2021, Kaltara berada pada urutan 14 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Pandemi telah berdampak buruk pada sektor UMKM lokal. Namun, jika kita melihat sisi baiknya, situasi ini memaksa banyak usaha kecil dan individu untuk menyesuaikan diri dan keluar dari zona nyaman dan mencoba berbagai hal baru, termasuk untuk go-digital guna mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Seperti yang telah kita lihat, bisnis yang telah masuk dalam ranah digital memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi pandemi dibandingkan dengan bisnis yang masih offline. Oleh karena itu, go digital adalah salah satu solusi yang esensial untuk bertahan dan meraih lebih banyak peluang pendapatan serta, membantu perekonomian daerah dalam situasi pandemi ini.” ujar Yayan Nuryana, Manager Enterprise, Government, Business, Rumah BUMN Telkom Tarakan, sebuah organisasi yang bertujuan untuk membantu percepatan transformasi digital UMKM, secara khusus mendukung pertumbuhan UMKM di Tarakan.

Ketika platform digital Grab pertama kali masuk Tarakan pada tahun 2017, platform tersebut telah membawa manfaat bagi pelaku bisnis maupun konsumen. Layanan-layanan seperti GrabBike, GrabExpress, dan GrabKios telah membuka banyak peluang baru bagi masyarakat Tarakan, dan dampaknya terlihat secara nyata.

“Pemerintah terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas untuk membantu pemberdayaan wirausahawan lokal kami, namun hal itu tidak dapat kami lakukan  tanpa dukungan yang lebih luas, terutama dari sektor swasta, khususnya platform digital seperti Grab. Dengan teknologi yang mendorong ekonomi digital, kami yakin bahwa kemajuan yang pesat akan terlihat, termasuk lebih banyaknya kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan di daerah rural, termasuk Tarakan,” ujar Walikota Tarakan, dr. Khairul M.Kes.

Dengan menyediakan platform yang menghubungkan para mitra pengemudi dan UMKM dengan konsumen, Grab menawarkan peluang penghasilan baru bagi masyarakat di Kota kecil seperti Tarakan yang sebelumnya tidak memiliki akses ke dalam ekosistem ekonomi digital. Dalam satu tahun pertama, ratusan orang telah mendaftar menjadi mitra pengemudi dan mitra merchant serta agen Grab.

Herriyah Driver Grab.

Bagi Ibu Heirryah (55), warga Tarakan yang sangat membutuhkan jam kerja yang lebih fleksibel, menjadi mitra pengemudi Grab memberikan lebih banyak kesempatan baginya untuk mengurus keluarga dan membantu masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Sebelum Heirryah menjadi mitra pengemudi Grab pada tahun 2018, ia adalah Sales Associate di sebuah perusahaan otomotif di Tarakan. Akan tetapi, pekerjaan itu cukup memakan waktu bagi Heirryah karena dia harus memikul banyak tanggung jawab sebagai pencari nafkah keluarga, seorang ibu, dan seorang istri. Dirinya sadar ia tetap membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Tidak banyak kesempatan bagi perempuan untuk mencari pekerjaan yang fleksibel, terutama di kota kecil seperti Tarakan. Kebanyakan perempuan menjadi buruh, seperti menjadi pengupas udang, sementara beberapa orang beruntung yang memiliki modal dapat membeli sepeda motor dan bekerja sebagai ojek pangkalan untuk menjemput dan mengantar siswa ke sekolah. Namun, itu tidak memberikan penghasilan tetap, dimana hal itu yang saya butuhkan,” katanya.

“Awalnya saya tidak punya ekspektasi apa-apa tentang pekerjaan saya di Grab dan menganggap ini sebagai pekerjaan sampingan saya. Namun, seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa Grab memberikan lebih banyak kesempatan kepada saya, dan saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saya sebelumnya. Kini, saya dapat dengan mudah mengelola berbagai peran saya berkat fleksibilitas menjadi mitra pengemudi Grab. Tidak hanya itu, sebelum adanya Grab, saya sering merasa kesulitan menggunakan transportasi umum karena daerah Tarakan memiliki banyak gang dan jalan yang naik turun dan sulit dijangkau oleh kendaraan tanpa GPS. Sekarang, saya juga bisa berkontribusi untuk komunitas saya dengan membantu orang mencapai tujuan dengan lebih mudah,” tambah Heirryah.

Yusuf GrabKios.

Dengan hadirnya platform digital baru, maka semakin banyak peluang lain yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan banyak yang bisa bekerja dengan memanfaatkan lebih dari satu kesempatan yang ada. Yusuf (32) memperoleh keterampilan digital sebagai pengguna GrabKios sejak tahun 2014. Dia memulai bisnis sampingannya dengan menjual pulsa seluler prabayar melalui GrabKios di Pasar Gusher, di mana dia juga bekerja di sebuah toko kelontong. Kini, ia juga merupakan mitra pengemudi Grab dan terus menawarkan layanan isi ulang saldo GrabKios kepada sesama mitra pengemudi.

“Mitra pengemudi harus memiliki jumlah uang yang cukup di Dompet OVO mereka untuk menerima pesanan dan GrabKios adalah cara mudah untuk memastikan saldo sesuai dengan yang dibutuhkan. Sekitar 3-4 rekan mitra pengemudi saya akan meminta saya untuk membantu mereka mengisi saldo OVO mereka. Jadi saya mendapat tambahan pendapatan harian dari layanan ini sekaligus mengajari mereka untuk mengenal layanan pembayaran digital, dimana kalau di Tarakan masyarakat masih banyak yang belum mengenal dan terbiasa menggunakan layanan semacam ini,” kata Yusuf.

Pemerataan Akses Keuangan Hingga ke Perbatasan Indonesia

Pedagang baju anak di pasar malam keliling Hendra (55) menceritakan pengalamannya berkeliling berbagai kota di Kaltara, termasuk Tarakan, Pulau Sapi dan Sebatik. “Di sana masih banyak sekali masyarakat yang tidak punya rekening bank. Kalaupun ada, perjalanan ke bank bisa 2-3 jam sendiri, karena jauh. Saya lalu tertarik untuk jadi agen GrabKios supaya bisa bantu mereka kirim uang dan bayar-bayar tagihan. Hingga sekarang sudah lebih dari 10 orang di berbagai kota dekat perbatasan Indonesia yang juga menjadi agen GrabKios dan membantu transaksi keuangan masyarakat lokal,” kisah Hendra.

Hendra GrabKios.

Selain itu, salah satu pelanggan GrabKios di Tarakan, Kamal Sirojudin (40) juga menjelaskan bahwa ia sangat terbantu dengan adanya layanan keuangan digital seperti ini di Tarakan. “Saya pernah melakukan penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Kalimantan, dan banyak sekali dari mereka melakukan transfer dengan menggunakan layanan GrabKios, karena mereka tidak memiliki rekening bank. Hal ini tentunya memudahkan kami dan juga masyarakat luas yang ingin membantu sesama,” tambah Kamal Sirojudin.

Menurut laporan Bank Dunia, permintaan domestik di Indonesia masih lebih lemah dibandingkan sebelum krisis, sekitar 2,8 persen di bawah level pada tahun 2019, dikutip dari laporan per September 2020. Oleh karena itu, kisah-kisah ini menawarkan gambaran masa depan yang lebih cerah bagi kota-kota kecil di Indonesia seperti Tarakan, dan bagaimana teknologi digital memiliki peran besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menghadirkan lapangan kerja baru yang belum pernah ada sebelumnya, sekaligus membuat segala sesuatu menjadi lebih nyaman bagi masyarakat.

Halim Wijaya, Director of East Indonesia, Grab Indonesia, menekankan bahwa manfaat dan dampak dari ekosistem ekonomi digital harus dirasakan oleh semua orang, termasuk di Indonesia Timur, di mana perkembangan digital sangat penting bagi perputaran ekonomi.

“Tarakan memiliki potensi besar yang belum diketahui oleh banyak orang, yang dapat diberdayakan melalui ekonomi digital. Melalui misi GrabForGood yang bertujuan untuk memberikan dampak sosial melalui teknologi, kami ingin membangun platform inklusif yang menghadirkan banyak peluang penghasilan baru dan ini adalah komitmen kami untuk menciptakan perubahan positif dalam jangka panjang bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Kami percaya bahwa dengan menghadirkan platform yang dapat memberikan peluang untuk memiliki penghasilan, kami juga dapat menciptakan efek yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal untuk mengambil manfaat dari ekosistem ekonomi digital,” tutup Halim.(*)

Tags: GrabGrabcarGrabikePemkot TarakanPemprov KaltaraRumah BUMN TelkomUMKM

Berita Lainnya

Api Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan di Sesayap Berhasil Dipadamkan
Daerah

Api Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan di Sesayap Berhasil Dipadamkan

9 Juni 2026 20:01
Daerah

Pemprov Dukung Pembentukan Kanwil Kementerian HAM Definitif di Kaltara

9 Juni 2026 19:36
Daerah

Audiensi BPJS Kesehatan, Gubernur Tegaskan Komitmen Perluas Akses Layanan Kesehatan

9 Juni 2026 17:09
Target Akhir Juni Selesai, Pansus II DPRD Kaltara Kebut Bahas Raperda Perkebunan Berkelanjutan
Daerah

Target Akhir Juni Selesai, Pansus II DPRD Kaltara Kebut Bahas Raperda Perkebunan Berkelanjutan

9 Juni 2026 16:17
Atasi Pipa Bocor di Gunung Slipi, PDAM Tarakan Bangun Jalur Baru Sistem HDD
Daerah

Atasi Pipa Bocor di Gunung Slipi, PDAM Tarakan Bangun Jalur Baru Sistem HDD

9 Juni 2026 16:01
Daerah

Sekprov Finalisasi Dashboard Executive, Perkuat Integrasi Data Pembangunan

9 Juni 2026 14:23
Next Post
Kasus Covid-19 Meningkat, Usulan Munas Kadin Ditunda Menguat

Konvensi ALB Kadin Batal, Munas Otomatis Ditunda

Hasil Simposium Budaya Tidung Akan Dipatenkan

Gubernur Zainal Ajak Perusahaan Sawit Rutin Laporkan CSR

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • BMKG Mutakhirkan Peringatan Dini Tsunami,  Gempa M7,7 Mindanao Picu Status WASPADA di Tarakan

    BMKG Mutakhirkan Peringatan Dini Tsunami, Gempa M7,7 Mindanao Picu Status WASPADA di Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wagub dan Mabes TNI Sinkronkan Strategi Percepatan Pembangunan Perbatasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kawal Unjuk Rasa, Kapolresta Bulungan Apresiasi Demo Berjalan Damai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Sinergi, Damkar Tana Tidung Latih Prajurit Yonif TP 922 Hadapi Kebakaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Haru dan Bangga, SMPN 1 Tarakan Lepas 339 Siswa Menuju Generasi Emas 2045

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Api Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan di Sesayap Berhasil Dipadamkan

Api Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan di Sesayap Berhasil Dipadamkan

9 Juni 2026 20:01

Pemprov Dukung Pembentukan Kanwil Kementerian HAM Definitif di Kaltara

9 Juni 2026 19:36
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP