Menu

Mode Gelap
Capaian WTP Harus Berkorelasi dengan Pembangunan Daerah Gubernur Bantu Pembangunan Masjid Al Ikhlas Polairud Polda Kaltara Gubernur Santuni Pemilik Taman Pendidikan Alquran (TPA) Pantai Amal yang Terbakar Percepat Herd Immunity, Kodim Tarakan Gelar Serbuan Vaksin Untuk Pelajar Sinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemprov Gelar Rakor GWPP

Daerah · 12 Agu 2021 13:49 WITA ·

Dugaan Pembiaran Jenazah Covid-19, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Meminta Maaf dan Langsung Bertindak


Bupati Kabupaten Tana Tidung, Ibrahim Ali Perbesar

Bupati Kabupaten Tana Tidung, Ibrahim Ali

TANA TIDUNG – Sebuah video viral yang mengatakan bahwa adanya pembiaran atau tidak diurunya jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit di Kabupaten Tana Tidung. Menanggapi hal ini Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menyampaikan permohonan maaf.

Bupati Ibrahim Ali mengatakan, baru mengetahui kejadian tersebut setelah Mahgrib lantaran pada hari Senin (9/8) agenda kegiatan cukup padat mulai pelantikan Kepala Desa, kemudian peremian Baloy Adat Tidung, dilanjutkan peresmian listrik masuk desa dan malamnya dilanjutkan kegiatan di Masjid At-Taqwa.

“Tugas saya sangat padat saat itu, begitu saya pulang ini sudah heboh, saya secara pribadi atas nama pemerintah daerah dan ketua satgas Covid-19 Kabupaten Tana Tidung, menyampaikan permohonan maaf kita,” ujar Bupati, Kamis (12/8/2021).

Bupati mengatakan sudah menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil Direktur Rumah Sakit pada saat kegiatan dzikir bersama menyambut Tahun Baru Islam 1443 Hijrah.

“Dalam pidato saya menyampaikan, kenapa kejadian ini sampai terjadi. Ternyata satgas Covid-19 kita tidak menyiapkan tim fardu kifayah untuk wanita atau untuk perempuan,” ucapnya.

Ibrahim Ali mengajak masyarakat berfikir positif, kejadian ini bukan niat satgas untuk membiarkan almarhum. Sekali lagi atas nama pribadi, Pemkab KTT dan satgas Covid-19 sangat memohon maaf yang sebesar – besarnya apabila tim masih ada kekurangan.

“Saya bersama bapak Wakil Bupati (Hendrik) akan memberikan yang terbaik yang kami miliki, tapi kalau ada kekurangan bisa memahami kami, namanya juga manusiawi,” harapnya.

Bupati sudah menindaklanjuti kejadian tersebut dengan memanggil MUI (Majelis Ulama Indonesia) untuk memberikan pembelajaran dan pelatihan kepada ASN perawat yang perempuan sehingga kejadian ini tidak terulang.

“Saya jamin Insya Allah kejadian ini tidak akan terulang, kita akan memperbaiki,” tegas Bupati.

Bupati menambahkan, almarhum merupakan staaf Pemkab KTT, dan tentunya dalam penanganan Covid-19 masih ada kekurangan, sekali lagi Bupati menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan ihklas. (her/iik)

Artikel ini telah dibaca 231 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aklamasi, Tasa Gung Terpilih Jadi Ketua DPC Hanura Bulungan

29 November 2021 - 13:24 WITA

Pangdam VI MLW Kunjungan Kerja Perdana ke Kaltara

29 November 2021 - 13:03 WITA

Mulai 29 November, 806 Peserta Akan Ikuti SKB CPNS Kaltara

29 November 2021 - 11:32 WITA

KM Subur Indah Hilang Kontak di Perairan Pantai Amal

29 November 2021 - 10:05 WITA

Pemprov Tingkatkan Antisipasi Terhadap Bencana dan Konflik Sosial

28 November 2021 - 21:04 WITA

Seribu Orang Hadiri Syukuran Deddy Sitorus

28 November 2021 - 16:45 WITA

Trending di Daerah