TARAKAN – BPJS Kesehatan melakukan transformasi mutu layanan di Fasilitas Kesehatan (Faskes). Anti ribet, sekarang berobat ke faskes, bisa tunjuki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan sediakan antrean online via Mobile JKN.
Hal itu, disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Tarakan dr. Asnila Dewi Harahap saat media gathering beberapa waktu lalu. 2023 ini, BPJS fokus untuk meningkatkan mutu layanan di faskes.
Salah satu peningkatan mutunya, menyediakan antrean online bagi peserta BPJS Kesehatan yang ingin berobat ke faskes.
“Artinya peserta bisa mengakses pelayanan dari manapun dia berada untuk bisa mengambilkan antrean di faskes, apakah itu di faskes tingkat pertama ataupun di RS. Jadi tidak perlu harus datang ke RS buru-buru pagi-pagi,” kata dr. Asnila.
Baca juga : Berjalan Lancar, Komisi 4 DPRD Kaltara Apresiasi Pelaksanaan PPDB Tingkat SMA dan SMKÂ
Sistem antrean online ini, bisa diakses melalui Mobile JKN. Disitu peserta juga bisa melakukan booking antrean dari H-7 sebelum pelayanan yang akan dia akses.
“Disitu ada pilihan jadwal, ada pilihan dokter juga. Peserta bisa booking H-7 sebelum pelayanan yang akan dia akses,” jelasnya.
Selain kemudahan terkait antrean, BPJS Kesehatan juga memberikan kemudahan dalam simplikasi pelayanan ketika berobat. Peserta bisa menunjukan KTP suah bisa berobat ke faskes.
Baca juga : Peserta JKN di Tarakan Capai 239.726 Jiwa
“Jadi tidak perlu bawa fotocopi kartu/KTP/rujukan, cukup dengan datang ke fasilitas pelayanan bawa KTP atau KIS digitalnya, karena sistem pelayanan kita juga sudah online. Ke RS rujukannya juga sudah bisa dibuatkan secara online,” bebernya.
Meskipun sudah ada antrean online, antrean manual di faskes masih tetap dilayani. Pengembangan sistem digitalisasi, masih bertahap.
“Sebenarnya masih dilayani. Jadi untuk pengembangan sistem digitalisasi ini tidak bisa melakukan secara drastis, karena memang perlu proses edukasi kepada masyarakat terkait dengan sistem ini, perlu juga proses edukasi dari pihak-pihak internal di RS sendiri, jadi masyarakat kita yang belum bisa misalnya dia tidak punya smartphone, atau memang yang sudah tua gaptek teknologi,” jelasnya.
Baca juga : Keceriaan Anak-anak Melukis di Posko Pengungsian, Hasilnya Akan Dilelang
Jadi ketika sudah datang ke faskes, pelayanan kepada masyarakat harus tetap diberikan meskipun dengan sistem antrean manual. “Ketika dia sudah bisa pakai sistem dia tinggal ambil nomor antriannya melalui sistem dan tinggal masuk ke loket pendaftaran,” bebernya
Pengembangan digitalisasi melalui Mobile JKN, sudah disosialisasi dengan faskes. Di Kaltara sendiri, proses antrean online sedang berjalan. Hanya saja pemberlakuan belum sempurna masih ada proses perbaikan-perbaikan internal di faskes.
“Kita memang masih sosialisasi dengan faskes, bagaimana faskes bisa menyempurnakan aplikasi ketika memang sudah betul-betul sempurna. kita akan melakukan sosialisasi lebih masif lagi, takutnya masyarakat kecewa karena faskes belum siap 100 persen masih sedang dalam proses,” tutupnya.(Mt)















Discussion about this post