Balikpapan, Fokusborneo.com – Pemerintah kota Balikpapan telah membangun gerbang batas Kota di Jalan Soekarno Hatta, Km 24 Balikpapan Utara dengan konsep ramah lingkungan.
Pembangunan gerbang batas kota tahun 2023 lalu berawal dari ide Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.
Walikota berkeinginan membangun gerbang batas kota yang representatif, dengan desain yang kekinian, dengan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.



Saat itu, gerbang kota yang ada, hanya berada di Balikpapan Utara, dan bangunannya itu dibangun tahun 90 an.





Dari itu, Pemkot ingin mengembangkan citra Kota Balikpapan yang juga merupakan dari visi dan misi Wali Kota Balikpapan.




Pembangunan gerbang Kota di Kelurahan Karang Joang menelan anggaran Rp2,52 miliar memiliki berbagai kelebihan diantaranya seluruh energi listrik untuk menerangi area gerbang seluruhnya menggunakan panel tenaga surya atau solar cell.


Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR) Budhi Setya Wirastama yang juga PPTK pembangunan gerbang batas kota mengatakan pembangunan ini telah sesuai dengan desain yang ada.



Bahkan gerbang kota Balikpapan ini dapat berubah warna pada siang hari, karena lapisan luar memakai Aluminium Composite Panel (ACP) merupakan material perpaduan dari plat aluminium dan composite.


“ACP adalah panel datar yang terdiri dari berbagai bahan, seperti bahan non aluminium yang kemudian disatukan diantara dua lembar alumunium, sehingga memiliki ketahanan lebih lama, dan saat disinari matahari bisa terjadi perubahan warna, yang awalnya coklat bisa menjadi merah bata, dan kembali warna asal saat matahari meredup sinarnya,†jelas Budhi, Rabu (7/2/2024).


Gerbang Kota Balikpapan itu dibangun dengan bentuk bangunan persegi enam (Hexagon) memanjang bagian sisi tengahnya. Dengan masing-masing persegi berdiri dengan tiga lapisan yang sama.


Bangunan tersebut ditempatkan di sisi kiri dan kanan Jalan Soekarno-Hatta menggantikan bangunan batas kota yang lama. Untuk bagian bawah bangunan juga ditempatkan pondasi yang dibuat seperti podium dengan dilengkapi anak tangga.
Budhi menyebutkan sebagian dana besar terserap untuk pengadaan panel surya yang tentunya secara otomatis akan menyala dan hidupkan lampu area gerbang Kota.
Artinya untuk anggaran energi listrik, tidak ada lagi, namun tentunya untuk perawatan dan pemeliharaan masih dianggarkan,†jelasnya.
Dan sesuai kontrak pula, saat ini masih dalam pengawasan pihak kontraktor pelaksana, kurang lebih enam bulan kedepannya.
“Kami harapkan Gerbang Kota ini menjadi ikon kota Balikpapan pintu masuk dan perbatasan Kota Balikpapan dan Kabupaten Kukar,”tutup Budhi.(*)