Balikpapan, Fokusborneo.com – Ketua Baznas Kota Balikpapan, Abdul Rodyid Bustomi mengaku, tahun ini Baznas Kota Balikpapan menargetkan sekitar total Rp 11 miliar untuk zakat fitra.
“Tapi bukan hanya ASN, tapi dari seluruh warga Kota Balikpapan yang membayarkan zakat fitra,†akunya.
Selain itu, pihaknya juga tidak membuka gerai dimanapun. Tapi menggunakan sistem barcode yang sudah tersebar dibeberapa tempat di Kota Baliipapan dan menggunakan sistem online.



“Termasuk dengan bekerja sama pihak perusahan, bank dan sekolah-sekolah untuk berzakat melalui Baznas Balikpapan,†imbuhnya.





Baca Juga : Balikpapan Berzakat, Sekda Muhaimin Ajak Umat Muslim Bayar Lebih Awal




Sementara itu, untuk ASN itu dipotong tiap bulan dari gajinya. Kalau gaji naik otomatis potongan untuk zakatnya juga ikut naik.


Tapi ada juga ASN yang tidak mau dipotong, dan ini kami tidak bisa memaksakan. Harus ada persetujuan dari pihak yang bersangkutan,†akunya.



Di tahun ini zakat fitra ditetapkan sebesar Rp 48 ribu perjiwa atau setara dengan tiga kilogram beras konsumsi harian per jiwa.


Nilai zakat fitrah tahun ini terjadi kenaikan. Jika dibandingkan dengan nilai zakat fitrah tahun 2023 yakni sebesar Rp 39 ribu per jiwa. Untuk harga beras terendah dan harga beras tertinggi sebesar Rp 45 ribu per jiwa. Sedangkan fidiah ditetapkan sebesar Rp 45 ribu perjiwa perhari atau setara dengan satu mudah makanan pokok ditambah lauk pauk per hari.


“Jadi tidak ada harga terendah atau tertinggi,†tutupnya.(*)

