BALIKPAPAN,Fokusborneo.com – Pemerataan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan komitmen tersebut saat tampil dalam program televisi Indonesiaku di Trans7, belum lama ini.
Rahmad menyebut, pembangunan di Balikpapan tidak hanya sebatas infrastruktur fisik maupun sektor industri, tetapi juga menyangkut pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.
Menurutnya, kesehatan dan pendidikan merupakan kebutuhan utama yang harus dijamin negara, termasuk pemerintah daerah.



“Pelayanan kesehatan dan pendidikan adalah hak dasar warga. Kami berkomitmen menghadirkan pemerataan agar seluruh masyarakat Balikpapan bisa merasakan manfaatnya,” ujar Rahmad.





Di sektor kesehatan, Pemkot Balikpapan saat ini tengah menyiapkan pembangunan dua rumah sakit umum (RSU) baru. Lokasinya direncanakan di Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, dua kawasan yang selama ini belum memiliki fasilitas rumah sakit besar.




Rahmad menjelaskan, warga di kedua wilayah tersebut selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh ke pusat kota untuk mendapat perawatan. Kondisi ini kerap menyulitkan, terutama bagi pasien dengan kebutuhan darurat.


“Dengan adanya RSU di Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke tengah kota. Ini bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang adil dan merata,” tegasnya.



Menurut data Pemkot, fasilitas kesehatan di Balikpapan masih terkonsentrasi di wilayah tengah. Jumlah rumah sakit pun terbatas, sehingga sering mengalami kepadatan pasien.


Dengan hadirnya RSU baru, diharapkan distribusi layanan kesehatan menjadi lebih seimbang sekaligus meringankan beban rumah sakit yang ada.


Selain rumah sakit, Pemkot juga memperkuat layanan kesehatan tingkat pertama. Puskesmas dan klinik pratama diproyeksikan tidak hanya sebagai pusat layanan dasar, tetapi juga mampu menangani kasus darurat sebelum dirujuk ke rumah sakit.


Di bidang pendidikan, Rahmad mengungkapkan program inovatif berupa pembangunan sekolah di atas air. Terobosan ini diperuntukkan bagi anak-anak di kawasan pesisir Balikpapan Barat, yang selama ini kesulitan akses menuju sekolah darat.
“Pendidikan adalah hak semua anak, termasuk mereka yang tinggal di pesisir. Dengan sekolah di atas air, mereka bisa tetap belajar dengan nyaman tanpa terhalang jarak dan transportasi,” kata Rahmad.
Pemkot menilai langkah ini penting agar anak-anak pesisir tidak tertinggal dalam hal pendidikan. Selain memudahkan akses, sekolah di atas air juga diharapkan memberi rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.
Seluruh program tersebut, lanjut Rahmad, merupakan strategi jangka panjang Pemkot Balikpapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan layanan dasar yang lebih merata, diharapkan kualitas sumber daya manusia Balikpapan juga meningkat.
Ia menegaskan, pembangunan sektor kesehatan dan pendidikan sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pemerataan layanan dasar akan membuat Balikpapan lebih siap menghadapi tantangan urbanisasi dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.
“Balikpapan bukan hanya kota industri dan jasa, tapi juga kota yang peduli pada warganya. Fondasi utama yang kami bangun adalah kesehatan dan pendidikan, karena dari situlah kualitas manusia Balikpapan bisa terus berkembang,” pungkasnya. (*)