TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Dalam rangka mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tana Tidung selaku Walidata, menggelar kegiatan pembinaan dan pendampingan statistik sektoral yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 September hingga 2 Oktober 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan sesuai amanat Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan Peraturan Bupati Tana Tidung No. 27 Tahun 2024 tentang Satu Data Indonesia di Kabupaten Tana Tidung. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkuat tata kelola data pemerintah daerah agar lebih akurat, mutakhir, terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Diskominfo Tana Tidung menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung selaku Pembina Data, untuk memberikan pendampingan teknis kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selaku produsen data.
Fokus pembinaan mencakup dua hal utama, yaitu:
- Pengajuan Rekomendasi Kegiatan Statistik Tahun 2026
- Penyusunan Metadata Statistik “Survei Kepuasan Masyarakat” Tahun 2025
Melalui kegiatan ini, OPD diharapkan mampu memahami proses pengajuan rekomendasi statistik serta penyusunan metadata secara tepat sesuai dengan standar SDI, termasuk penerapan prinsip standar data, metadata, interoperabilitas, dan penggunaan data induk yang menjadi pilar utama dalam sistem Satu Data Indonesia.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tana Tidung, Mashuri, menyampaikan bahwa pembinaan ini penting untuk memastikan setiap data yang dihasilkan oleh OPD terintegrasi secara sistematis dan dapat digunakan secara lintas sektor demi mendukung perencanaan, evaluasi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.
“Melalui sinergi antara Walidata, Pembina Data, dan seluruh produsen data, kita ingin memastikan bahwa data yang dihasilkan bukan hanya akurat, tetapi juga memiliki standar yang dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berharap dapat mendorong terciptanya ekosistem data yang lebih tertata dan kolaboratif, sejalan dengan semangat transformasi digital dan reformasi birokrasi yang berbasis pada data berkualitas.(**)















Discussion about this post