• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Saatnya Berperan! Anak Muda Inklusi Sosial Yogyakarta Raih The Best Project di Ajang Muda 30

by Redaksi
14 November 2025 07:28
in Daerah
A A

Perwakilan sembilan komunitas gerakan Inklusi Sosial: Saatnya Berperan menerima penghargaan The Best Project Townhall dalam ajang Muda 30 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi mereka dalam mendorong kampus yang aman dan inklusif.

JAKARTA, Fokusborneo.com — Langkah progresif ditunjukkan oleh sembilan komunitas anak muda yang tergabung dalam gerakan Inklusi Sosial: Saatnya Berperan. Melalui kerja kolaboratif lintas komunitas, mereka berhasil membawa pulang penghargaan The Best Project Townhall dalam ajang Muda 30 yang digelar Pijar Foundation di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Gerakan ini merupakan kolaborasi dari KITA Bhinneka Tunggal Ika, AYS Indonesia, ASN Mengajar, Gerakan Suka Baca, Generasi Anti Kekerasan Indonesia, Women Foundation Indonesia, Perpustakaan Keliling Agape, Kakak Aman Indonesia, dan Karsa Cita. Kesembilan komunitas tersebut sebelumnya menggelar Townhall Inklusi Sosial di Yogyakarta, dengan fokus pada isu pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi.

Baca Juga

Gerobak Cahaya YBM PLN UID Kaltimra Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik di Ramadan

Perkuat Zona Integritas, Pemkab Bulungan Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Cilacap

KNKT Sebut Pelita Air Jatuh di Krayan Tanpa Black Box

Tiba di Tarakan, Jenazah Pilot Pelita Air Akan Diberangkatkan ke Bogor

Angkat Isu Sensitif dengan Riset dan Film Dokumenter

Proyek ini dinilai layak meraih predikat terbaik karena keberaniannya mengangkat isu sensitif mengenai keamanan dan ruang aman di dunia pendidikan. Inisiatif mereka dimulai dari survei jajak pendapat tentang Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) di kampus-kampus Yogyakarta.

Hasil survei tersebut kemudian diperdalam melalui pemutaran film dokumenter berisi kisah penyintas kekerasan serta perjuangan organisasi pendamping korban. Rangkaian kegiatan itu menjadi dasar diskusi panel lintas sektor yang menghadirkan empat narasumber, yakni perwakilan Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, Koalisi Perempuan Indonesia, Gender Specialist sekaligus Executive Secretary UNU Yogyakarta, serta Kepala Dinas P3AP2 DIY.

Diskusi ini membuka ruang refleksi publik, sekaligus mendorong lahirnya berbagai rekomendasi kebijakan yang realistis dan dapat diterapkan di tingkat kampus maupun pemerintah.

Rekomendasi Kebijakan dari Suara Mahasiswa hingga Penyandang Disabilitas

Tidak berhenti pada dialog, tim Inklusi Sosial juga menyusun Policy Paper dan Policy Brief berisi rekomendasi konkret kepada lima pihak utama: Kemendikbudristek, Satgas PPKS, pemerintah daerah, kampus, dan komunitas inklusi sosial. Proses perumusan dilakukan secara partisipatif melalui fasilitasi multiaktor, termasuk melibatkan mahasiswa dan teman-teman disabilitas dalam penyampaian rekomendasi.

Dari rangkaian kegiatan tersebut, lahir 25 rekomendasi kebijakan, mulai dari penyusunan SOP dan regulasi safeguarding, peningkatan kapasitas Satgas PPKS, hingga penguatan kolaborasi antara kampus, komunitas dan lembaga pemerintah.

Saat ini, tim Inklusi Sosial tengah mendorong advokasi Policy Paper dan Policy Brief tersebut ke Kementerian Pendidikan Tinggi agar hasil diskusi dapat diimplementasikan secara lebih luas.

“Harapannya semangat kolaborasi ini tetap dirawat oleh semua pihak. Ruang aman adalah tanggung jawab bersama — dan sekarang #SaatnyaBerperan,” ujar Dian Novalita dari KITA Bhinneka Tunggal Ika, perwakilan tim Inklusi Sosial.

Sembilan Aktivis Muda Masuk Deretan 30 Pemuda Inspiratif

Tak hanya meraih penghargaan proyek terbaik, sembilan perwakilan komunitas juga terpilih sebagai bagian dari 30 pemuda inspiratif Muda 30 dari total 450 peserta. Mereka adalah:

  • Dian Novalita (KITA Bhinneka Tunggal Ika)

  • Abrar Siregar (AYS Indonesia)

  • Yudhi Hari Wibowo (ASN Mengajar)

  • Renita Yulistiana (Gerakan Suka Baca)

  • Fahry Azizurahman (Generasi Anti Kekerasan Indonesia)

  • Zuhal Qolbi (Women Foundation Indonesia)

  • Baltasar Klau Nahak (Perpustakaan Keliling Agape)

  • Hana Maulida (Kakak Aman Indonesia)

  • Sera Christa (Karsa Cita)

Penghargaan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi untuk lebih dari 60 relawan muda yang bekerja tanpa pamrih mewujudkan ruang kolaborasi lintas generasi, mempertemukan pemerintah, kampus, mahasiswa, dan komunitas disabilitas dalam dialog setara.

Tentang Muda 30

Muda 30 merupakan program apresiasi Pijar Foundation yang mencari 30 pemuda inspiratif dari seluruh Indonesia sebagai Architect of the Future. Program ini memberikan ruang pengembangan diri, mentoring, hingga wadah kolaboratif melalui Townhall Projects.

Tahun ini, Muda 30 mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Maju dan Inklusif”, dan proyek Inklusi Sosial: Saatnya Berperan menjadi salah satu contoh nyata bagaimana energi anak muda mampu menjembatani isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik secara berdampak.(**)

Tags: Inklusi SosialMuda 30Pijar FoundationSaatnya BerperanSatgas PPKSThe Best Project Townhallyogyakarta

Berita Lainnya

Daerah

Gerobak Cahaya YBM PLN UID Kaltimra Dorong Kemandirian Ekonomi Mustahik di Ramadan

21 Februari 2026 16:03
Daerah

Perkuat Zona Integritas, Pemkab Bulungan Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Cilacap

20 Februari 2026 17:22
Daerah

KNKT Sebut Pelita Air Jatuh di Krayan Tanpa Black Box

20 Februari 2026 16:48
Daerah

Tiba di Tarakan, Jenazah Pilot Pelita Air Akan Diberangkatkan ke Bogor

20 Februari 2026 16:07
Daerah

86 Pejabat Pemprov Kaltara Resmi Dilantik, Gubernur Tekankan Disiplin dan Profesionalisme

20 Februari 2026 15:34
Daerah

Sekprov Denny Tinjau Gedung Gadis, Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Optimal

20 Februari 2026 12:45
Next Post
DPRD Kaltara Beri Ultimatum 2 Pekan untuk Perbaiki Pelayanan Pelabuhan Tengkayu 1

DPRD Kaltara Beri Ultimatum 2 Pekan untuk Perbaiki Pelayanan Pelabuhan Tengkayu 1

Fraksi Gerindra DPRD Kaltara Dorong Anggaran Jembatan Bulan dan Jalan Ringroad Tarakan ke DPR RI

Fraksi Gerindra DPRD Kaltara Dorong Anggaran Jembatan Bulan dan Jalan Ringroad Tarakan ke DPR RI

Di Radio Berandankri DS Bahas Perbatasan 

Deddy Sitorus Dorong Tenis Kaltara Berkembang Pesat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Ketua Koperasi Selumit Curhat ke Wamenkop: “Kami Disuruh Berlari, Tapi Modal Masih Terhambat”

    Ketua Koperasi Selumit Curhat ke Wamenkop: “Kami Disuruh Berlari, Tapi Modal Masih Terhambat”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pilot Pesawat BBM yang Sempat Dikabarkan Selamat Dinyatakan Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Desak Rute Pelni Tarakan-Surabaya Dibuka Kembali, Supa’ad Hadianto Siap Kawal ke Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penerbangan Terakhir PK-PAA dan Gugurnya Sang Pengantar Energi di Belantara Krayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Pertanyakan TPP PPPK Tarakan Belum Cair, Ini Penjelasan BKPSDM 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Dari Masjid Negara IKN, Menteri Agama Sampaikan Harapan Nusantara Menjadi Kota yang Dirindukan

21 Februari 2026 20:05

Indosat Hadirkan #LebihBaikIndosat, Pastikan Ramadan 2026 Tetap Nyambung

21 Februari 2026 19:44
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
    • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP