BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas Politeknik Negeri Balikpapan melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan untuk mendalami implementasi aplikasi E-Link, inovasi digital yang ditujukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di kota tersebut.
Kunjungan ini melibatkan empat mahasiswa, yakni Dwiky Kristian, Athar Rabbani, Raihan Rabbani, dan Ryan Angga, yang melakukan wawancara terkait pengelolaan sampah berbasis digital.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menjelaskan aplikasi E-Link (Elektronik Lingkungan) dikembangkan untuk menghadirkan layanan lingkungan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.
“Melalui E-Link, masyarakat bisa melaporkan masalah lingkungan, mengakses informasi cuaca dan data sampah, serta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan dan pemilahan sampah,” ujarnya.
Selain itu, E-Link juga memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan kunjungan ke fasilitas pengelolaan sampah, sehingga partisipasi publik dalam pengelolaan lingkungan bisa meningkat.
“Tujuan kami adalah membuat layanan lingkungan lebih mudah diakses, agar target pengurangan sampah dapat tercapai,” tambah Sudirman.
DLH Balikpapan memiliki peran penting dalam pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), termasuk pengelolaan Material Recovery Facility (MRF) di kawasan Gunung Bahagia.
Sudirman menambahkan, pihaknya juga merencanakan pembangunan Pusat Daur Ulang (PDU) di setiap kecamatan sebagai upaya mencapai target nasional pengurangan sampah sebesar 50 persen. Saat ini, capaian pengurangan sampah Kota Balikpapan baru mencapai 30 persen.
Meski menawarkan banyak manfaat, implementasi E-Link menghadapi beberapa tantangan.
“Kesadaran masyarakat untuk melaporkan pengelolaan sampah melalui aplikasi masih perlu ditingkatkan. Selain itu, E-Link saat ini baru tersedia untuk perangkat berbasis iOS, sehingga akses masih terbatas,” jelas Sudirman.
Sudirman menegaskan, DLH akan terus memperluas jangkauan aplikasi dan memperkuat integrasi dengan sistem layanan kota cerdas lainnya.
“Teknologi ini harus selaras dengan partisipasi masyarakat agar pengelolaan sampah di Balikpapan lebih efektif dan berkelanjutan,” tegas Sudirman.
Mahasiswa yang terlibat dalam kunjungan menilai E-Link merupakan inovasi penting dalam mendukung konsep kota cerdas.
“Aplikasi ini mempermudah masyarakat mengakses layanan lingkungan, mulai dari pelaporan hingga edukasi pemilahan sampah. Ini langkah strategis untuk membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” kata Ketua tim, Dwiky Kristian. (*)















Discussion about this post