TANA TIDUNG, Fokusborneo.com — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus mematangkan persiapan Festival Kreasi Tari Pesisir. Bupati Ibrahim Ali menyebut progres kegiatan sudah berada di angka 70 persen dan kini tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir.
Dalam peninjauan yang dilakukannya, Bupati memastikan seluruh elemen kegiatan berjalan sesuai rencana. “Pagi ini kita lihat persiapan sudah 70 persen. Tinggal finishing-finishing saja,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Ibrahim juga mengungkapkan, dari panitia melaporkan festival tahun ini mencatat tingginya partisipasi peserta. Sebanyak 88 grup dari berbagai daerah di Kalimantan Utara telah terdaftar mengikuti kompetisi, dengan anggota rata-rata 6–10 orang, dan maksimal delapan orang setiap grup.
“Totalnya sekitar 1.100 peserta dari kategori rekaman dan live. Ada delapan grup untuk rekaman dan 16 untuk penampilan live,” jelas Ibrahim.
Ia menegaskan festival ini menjadi sarana pelestarian adat dan budaya lokal. Tana Tidung memiliki dua unsur budaya besar, yakni masyarakat Tidung yang tinggal di wilayah pesisir dan masyarakat Dayak yang mendiami kawasan pegunungan.
“Makanya konsep temanya dari pesisir ke pegunungan. Karena masyarakat Tidung notabene di pesisir, sedangkan saudara-saudara Dayak ada di pegunungan,” paparnya.
Festival tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua, dan pemerintah daerah menargetkan pelaksanaan yang lebih meriah. Pada 21 November malam, festival akan dibuka dengan penampilan Doremi, dan pada 27 November malam akan ditutup oleh Charlie Van Houten.
Selain mengecek persiapan panggung dan area acara, Bupati juga memastikan kesiapan ruang bagi pelaku UMKM. Tercatat 99 tenda UMKM disiapkan pemerintah daerah secara gratis.
“Semua gratis. Tidak ada yang dipungut biaya,” tegasnya.
Peserta festival datang dari seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara, termasuk Nunukan, Malinau, Bulungan, dan Tarakan. Meski bukan ditujukan sebagai sumber pendapatan daerah, festival ini diyakini akan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kalau ada hiburan, orang pasti datang. Keramaian ini otomatis menggerakkan UMKM. Kita beri kesempatan agar mereka ikut menikmati manfaatnya,” kata Ibrahim.
Ia menambahkan festival ini telah ditetapkan sebagai agenda tahunan pemerintah daerah. Fokus utama penyelenggaraan bukan pada target pendapatan, melainkan pada pelestarian budaya dan ruang ekspresi seni masyarakat.
“Yang penting budaya kita terjaga, masyarakat senang, dan UMKM bergerak,” tutupnya. (hr)
Tag
festival tari, tana tidung, kebudayaan kaltara, ibrahim ali, seni daerah, event budaya, kaltara
Teks Foto
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali meninjau kesiapan Festival Kreasi Tari Pesisir yang progresnya telah mencapai 70 persen.















Discussion about this post