TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com — Pemantauan proyek pembangunan di kawasan RSUD dr. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor menunjukkan sejumlah pekerjaan belum mencapai hasil akhir sesuai rencana.
Temuan ini muncul setelah Tim Monitoring dan Evaluasi yang dipimpin Wakil Bupati Bulungan, Kilat, meninjau langsung progres di lapangan pada Jumat (28/11/2025).
Agenda Monev dilaksanakan untuk memastikan setiap pembangunan bergerak sesuai desain teknis, spesifikasi kontrak, serta target waktu yang telah ditetapkan. Tim bergerak menyisir titik-titik pekerjaan yang dianggap krusial bagi peningkatan layanan kesehatan.
Lokasi pertama yang disambangi adalah proyek Ruang Hemodialisa. Bangunan tampak berdiri sepenuhnya, namun beberapa pekerjaan penyempurnaan masih berlangsung dan menahan progres pada kisaran 90 persen.
Kepala Dinas PUPR Bulungan, Khairul, memberikan gambaran detail mengenai kondisi di lapangan.
“Finishing interior masih berjalan dan beberapa komponen masih dalam pemasangan. Pengerjaan akan terus dipercepat agar seluruh peralatan medis dapat masuk setelah area benar-benar siap,” ujarnya.
Rombongan kemudian beralih ke pembangunan Modular Operating Theatre (MOT)—fasilitas ruang operasi modern yang dirancang sesuai standar keselamatan bedah terkini. Pekerjaan fisik telah mencapai 100 persen dan saat ini berada pada tahap pengujian fungsi sebelum operasional.
Direktur RSUD, dr. Widodo, menyampaikan pentingnya ruang operasi tersebut bagi rumah sakit.
“Ruang ini disiapkan sebagai pusat layanan operasi yang lebih efisien. Beban layanan bedah di rumah sakit sangat tinggi, sehingga fasilitas baru diharapkan mampu meningkatkan kecepatan penanganan tanpa mengurangi kualitas,” ucapnya.
Peninjauan berlanjut ke lokasi pembangunan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Progres fisik masih berada di angka 65 persen, dengan sejumlah struktur utama yang masih harus diselesaikan sebelum pemasangan instalasi pendukung dapat dilakukan.
Dalam penjelasannya, Khairul menegaskan PICU membutuhkan persiapan yang lebih teliti dibandingkan ruang perawatan umum.
“Ruang perawatan intensif anak memerlukan kendali lingkungan yang ketat. Setiap komponen, mulai dari ventilasi hingga struktur bangunan, disiapkan secara bertahap agar seluruh peralatan medis nantinya berfungsi optimal,” katanya.
Selain proyek konstruksi, tim juga meninjau unit layanan gizi RSUD untuk memastikan kualitas penyajian makanan pasien tetap sesuai standar kesehatan. Evaluasi dilakukan pada sistem penyajian, penyimpanan bahan pangan, serta kebersihan area kerja.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan pentingnya pengendalian pekerjaan secara langsung di lapangan, terlebih karena fasilitas kesehatan memiliki dampak langsung terhadap keselamatan pasien.
“Setiap pembangunan yang dilihat hari ini merupakan elemen penting bagi peningkatan layanan. Seluruh pekerjaan harus selesai sesuai ketentuan, namun kualitas tetap menjadi prioritas yang tidak boleh diturunkan,” tegasnya.
Ia menambahkan kehadiran fasilitas baru di RSUD akan menentukan kapasitas layanan daerah dalam menangani pasien dengan kebutuhan khusus.
“Unit seperti Hemodialisa, MOT, dan PICU merupakan kebutuhan mendesak. Seluruh tahapan harus dipastikan matang agar fasilitas ini benar-benar siap digunakan saat operasional,” ujarnya.
Direktur RSUD dr. Widodo kembali memberikan pandangan mengenai pentingnya ketepatan waktu penyelesaian proyek-proyek tersebut.
“Setiap hari ada peningkatan pasien dengan kebutuhan layanan khusus. Semakin cepat fasilitas-fasilitas ini berfungsi penuh, semakin besar dampaknya bagi peningkatan pelayanan rumah sakit,” tuturnya.
Ia menegaskan pihak rumah sakit telah menyiapkan langkah-langkah pendukung untuk mempercepat proses adaptasi setelah fasilitas selesai dan siap digunakan.
“Harapannya, setiap proyek strategis yang ada dapat selesai tepat waktu dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga,” pungkasnya. (**)















Discussion about this post