BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Progres pendataan Daftar Lampau (DL) yang dilakukan BPPDRD Balikpapan menunjukkan hasil sangat positif. Hal tersebut disampaikan Yusfa Djafar, Kasubit Pendapatan BPPDRD Balikpapan, saat diwawancarai pada Sabtu (6/12/2025) di Gedung Parkir Balikpapan. Menurutnya, dari seluruh proses pendataan yang melibatkan 21 petugas, penyelesaian telah mencapai 98 persen.
“Alhamdulillah, dari 900-an data DL, sebagian besar sudah kita tuntaskan. Yang belum terselesaikan itu hanya yang usahanya tutup atau tidak ditemukan,” jelas Yusfa. Ia menambahkan bahwa sebagian besar wajib pajak yang ditemui kooperatif serta berkomitmen untuk melakukan pembayaran. Beberapa kasus terjadi karena wajib pajak lupa, sementara lainnya disebabkan kode bayar yang muncul ganda sehingga memerlukan verifikasi ulang.
Yusfa menuturkan, setelah proses verifikasi selesai, data kode bayar yang berstatus ganda akan diusulkan ke pimpinan untuk dihapus agar tidak menimbulkan piutang baru pada sistem. Pendataan ini dilakukan sejak tanggal 2 hingga 4 Desember, menyisir sembilan kategori pajak, termasuk restoran, hotel, kos-kosan, hingga pajak.
Saat bertemu wajib pajak, petugas tidak hanya melakukan pengecekan, tetapi juga memberikan edukasi dan penguatan komitmen. “Ada yang janji membayar minggu kedua Desember, ada yang tanggal 10, dan beberapa minta waktu sampai 19 Desember, mengingat memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.
Untuk wajib pajak dengan tunggakan besar, BPPDTD menyiapkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebagai penguat komitmen. Sementara yang hanya menunggak dua bulan, cukup diberikan catatan melalui aplikasi internal.
Terkait potensi manipulasi laporan, Yusfa mengakui masih ada wajib pajak yang mencoba memainkan pembukuan. Namun hal tersebut umumnya terjadi pada usaha skala menengah ke bawah. “Kalau yang besar-besar biasanya lebih patuh, karena jika bermain justru bisa kena pemeriksaan BPK yang jauh lebih mendalam,” jelasnya.
Yusfa menegaskan bahwa tim juga melakukan penungguan lapangan pada usaha yang diduga memiliki potensi pajak tinggi guna memastikan kebenaran data pemasukan.(oc)















Discussion about this post