TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Penghujung tahun 2025, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar rangkaian agenda besar yang memadukan penguatan spiritualitas dan konsolidasi organisasi.
Bertempat di Pondok Pesantren Alkhairat, Tanjung Selor, akhir Desember 2025, PWNU Kaltara menyelenggarakan Istighotsah doa bersama sekaligus Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi para pengurus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerak jam’iyah di tengah dinamika nasional yang berkembang.
Rangkaian acara dimulai dengan istighotsah yang berlangsung khidmat. Lantunan zikir dan doa dipimpin langsung Rois Syuriah PWNU Kaltara, Habib Drs. H. Muthahar Al Jufri, MA., yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltara.
Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh pimpinan PCNU dari lima kabupaten/kota, Badan Otonom (Banom), serta ratusan santri yang memadati area pesantren.
Ketua PWNU Kaltara, H. Alwan Saputra, S.Pi., MM., menyampaikan istighotsah ini merupakan bentuk ikhtiar batiniah dalam menghadapi pergantian tahun.
Menurutnya, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, warga Nahdliyin perlu mengedepankan tawakal kepada Allah SWT.
“Istighotsah ini adalah doa akhir tahun sekaligus doa tolak balak. Kami memohon keselamatan bagi seluruh umat manusia. Secara khusus, kami juga mengetuk pintu langit untuk saudara-saudara kita yang saat ini tengah diuji oleh musibah bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh. Semoga mereka diberi ketabahan dan kekuatan,” tutur H. Alwan, Jumat (2/1/26).

Usai prosesi doa, agenda berlanjut ke sesi formal yakni Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Forum ini diikuti oleh delegasi lengkap dari lima Cabang Nahdlatul Ulama se-Kaltara.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam musyawarah tersebut adalah penyelarasan langkah organisasi terhadap kondisi terkini di tingkat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
H. Alwan menegaskan PWNU Kaltara tetap memegang teguh prinsip sami’na wa atha’ (kami dengar dan kami taat) terhadap arahan para masyayikh dan ulama. Hal ini berkaitan erat dengan wacana percepatan pelaksanaan Muktamar NU yang menjadi perhatian nasional.
“Sebagai bagian integral dari organisasi, kami di Kaltara menyatakan siap mengikuti dan mengawal instruksi terkait percepatan Muktamar sebagaimana yang telah diarahkan oleh para guru-guru kita di tingkat pusat. Muskerwil ini menjadi ajang konsolidasi agar langkah kita di daerah selaras dengan kebijakan pusat,” tegasnya.
Lebih lanjut, PWNU Kaltara berharap agar dinamika organisasi menuju Muktamar mendatang dapat berjalan dalam suasana yang sejuk dan penuh persaudaraan (ukhuwah). H. Alwan menekankan pentingnya menjaga marwah NU sebagai organisasi Islam terbesar yang menjadi pilar persatuan bangsa.
“Harapan kami, Muktamar ke depan melahirkan kepemimpinan yang amanah, yang mampu membawa NU semakin kuat dalam membimbing umat dan menjaga keutuhan NKRI. Kami ingin proses ini berlangsung kondusif, tanpa ada gesekan yang berarti, sehingga keberkahan organisasi tetap terjaga,” pungkas H. Alwan.
Acara yang berlangsung hingga sore hari tersebut ditutup dengan rekomendasi internal organisasi yang akan menjadi panduan kerja bagi seluruh pengurus NU di Kalimantan Utara untuk periode tahun mendatang.(**)















Discussion about this post