NUNUKAN, Fokusborneo.com – Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap dua orang korban kecelakaan kapal longboat yang terbalik saat perjalanan pulang usai memanen rumput laut di perairan depan Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (12/1/2026) malam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, menyampaikan bahwa laporan awal kecelakaan diterima Pos SAR Nunukan dari pihak keluarga korban pada Senin malam sekitar pukul 19.15 WITA.
“Informasi kecelakaan kami terima dari istri salah satu korban, dan setelah laporan masuk tim langsung melakukan persiapan untuk bergerak menuju lokasi kejadian,” ujar Syahril.
Berdasarkan informasi yang diterima, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 17.10 WITA. Longboat yang ditumpangi tiga orang laki-laki saat itu tengah dalam perjalanan kembali ke Nunukan usai memanen rumput laut di sekitar Sungai Pattukul dengan kondisi muatan penuh, sebelum akhirnya terbalik di perairan Muara Sungai Sei Banjar.
Dari tiga orang penumpang, satu korban atas nama Pak Dayang (60) berhasil selamat. Sementara dua korban lainnya, yakni Amir (53) dan Pandi (30), hingga saat ini masih dinyatakan hilang setelah dilaporkan hanyut terbawa arus laut.
“Untuk satu korban sudah ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan dua korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan menggelar briefing pada pukul 21.10 WITA dan segera bergerak menuju lokasi kejadian. Jarak tempuh dari Pos SAR Nunukan menuju titik kecelakaan sekitar 8,37 nautical miles dengan estimasi waktu perjalanan kurang lebih satu jam.
Dalam operasi hari pertama, unsur SAR yang terlibat meliputi Pos SAR Nunukan bersama masyarakat dan keluarga korban.
Sejumlah peralatan dikerahkan untuk mendukung pencarian, di antaranya satu unit rescue buoyancy boat, rescue car carrier, perlengkapan medis, serta alat komunikasi.
Syahril menambahkan, hingga pelaksanaan operasi hari pertama, tidak terdapat kendala berarti di lapangan. Kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian terpantau berawan dan relatif mendukung upaya pencarian.
“Operasi pencarian hari pertama kami lakukan dengan mengerahkan peralatan SAR dan personel yang tersedia, dan akan dilanjutkan sesuai prosedur,” tutup Syahril. (**)














Discussion about this post