NUNUKAN, Fokusborneo.com – Insiden terbaliknya longboat yang membawa warga pemanen rumput laut di perairan Muara Sungai Sei Banjar, Kecamatan Nunukan Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berakhir tanpa korban jiwa. Setelah dilakukan pencarian intensif, Tim SAR gabungan memastikan seluruh penumpang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa (13/1/2026).
Tim SAR gabungan menemukan dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, masing-masing Amir (53) dan Pandi (30), pada pukul 11.00 WITA di perairan Nunukan. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat pada koordinat 4° 1’12.55″N 117°35’24.09″E atau sekitar radius 1,37 nautical mile dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril, mengatakan keberhasilan pencarian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur SAR yang terlibat sejak hari pertama operasi.
“Korban atas nama Amir dan Pandi berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dan selanjutnya dievakuasi ke rumah korban,” ujar Syahril.
Dengan ditemukannya seluruh korban, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 11.15 WITA dan mengusulkan penutupan operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing dan kembali melaksanakan kesiapsiagaan SAR.
“Setelah seluruh korban ditemukan, operasi SAR diusulkan ditutup dan unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” jelasnya.
Diketahui, kecelakaan longboat tersebut terjadi pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 17.10 WITA. Longboat yang ditumpangi tiga orang laki-laki terbalik saat dalam perjalanan pulang menuju Nunukan usai memanen rumput laut di sekitar Sungai Pattukul dengan kondisi muatan penuh.
Dari tiga korban, Dayang (60) lebih dulu ditemukan selamat, disusul dua korban lainnya pada hari kedua operasi pencarian.
Operasi SAR melibatkan unsur Pos SAR Nunukan, Brimob Nunukan, Polairud Polres Nunukan, Lanal Nunukan, Pos Polairud Sedadap, serta masyarakat dan keluarga korban. Sejumlah peralatan dikerahkan, termasuk rescue buoyancy boat, rubber boat, rescue car carrier, perlengkapan medis, dan alat komunikasi.
Syahril menambahkan, selama proses pencarian berlangsung situasi lapangan relatif kondusif tanpa hambatan berarti. Cuaca yang mendukung turut mempercepat upaya evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan operasi SAR dapat dituntaskan dengan aman. (**)















Discussion about this post