BULUNGAN – Musibah kebakaran pemukiman melanda Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan pada Rabu sore (14/01/2026). Api yang diduga berasal dari korsleting listrik tersebut menghanguskan sedikitnya tiga bangunan utama, termasuk sebuah Lamin Adat.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, melalui Kasi Humas Polresta Bulungan Aipda Hadi, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan lapangan, api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WITA.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar bernama Anton Elias (41) saat baru saja kembali dari kebun. Ia melihat api sudah berkobar di sebuah rumah kayu yang tidak berpenghuni (bekas rumah dinas bidan).
Di saat yang bersamaan, saksi lain bernama Jalung (70) yang rumahnya bersebelahan dengan titik awal api, merasakan hawa panas dan asap tebal masuk ke dalam rumah.
“Saksi Jalung sempat keluar rumah karena sesak asap, dan saat di teras ia melihat api sudah menyambar bagian atas rumahnya. Ia segera berteriak menyelamatkan anggota keluarganya, namun sayangnya barang-barang berharga tidak sempat diselamatkan karena api merambat sangat cepat,” ujar Aipda Hadi dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.
Data sementara menunjukkan dampak kebakaran meliputi, 3 Bangunan Hangus Terbakar diantaranya rumah milik Jalung Usat (1 KK/5 Jiwa), rumah Anton Elias (3 Jiwa), Lamin Adat Peso, dan satu unit rumah dinas kosong.
4 Rumah Terdampak, diantaranya Rumah milik Novelianus, Pius, Agustin Utam, dan Desi Lilin mengalami kerusakan di beberapa bagian akibat rembetan api.
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp700.000.000 (Tujuh Ratus Juta Rupiah) mengingat bangunan rata-rata berbahan dasar kayu yang mudah terbakar.
Api berhasil dijinakkan berkat gotong royong masyarakat Desa Long Peso, Long Bia, dan Muara Pangean. Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan air dari profil (tandon) serta air selokan di sekitar lokasi kejadian. Aksi ini dibantu langsung oleh personel Koramil Peso dan Polsek Long Peso.
“Dugaan sementara, api dipicu oleh korsleting arus listrik dari rumah dinas yang sudah lama kosong. Saat ini api sudah sepenuhnya padam, namun personel di lapangan tetap melakukan pemantauan,” tutup Aipda Hadi. (**)
















Discussion about this post