TARAKAN, Fokusborneo.com – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025.
Data menunjukkan total 59 insiden kebakaran dan 545 operasi penyelamatan non-kebakaran berhasil ditangani oleh petugas di lapangan.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Irwan, mengungkapkan objek bangunan masih mendominasi peristiwa kebakaran di Tarakan diantaranya kategori rumah dan bangunan sebanyak 25 kejadian, kendaraan dan lainnya 25 Kejadian serta lahan dan hutan ada 9 kejadian.
”Tren kejadian tiap bulannya cukup fluktuatif. Puncak kasus tertinggi terjadi pada Mei dengan 9 laporan, diikuti Juli dan Oktober masing-masing 7 laporan,” papar Irwan, Senin (19/1/26)
Selain menjinakkan api, personel PMK Tarakan juga disibukkan dengan ratusan operasi darurat. Sebanyak 545 aksi penyelamatan dilakukan, mulai dari evakuasi hewan liar (animal rescue) hingga bantuan darurat bagi warga.
Bulan Juli tercatat sebagai periode tersibuk dengan 65 kasus penyelamatan. Sebaliknya, intensitas laporan menurun di penghujung tahun dengan 32 kasus pada bulan Desember.
Meski sigap merespons laporan, Irwan tidak menampik adanya hambatan teknis yang dihadapi timnya, terutama terkait keterbatasan fasilitas di wilayah tertentu.
”Kami masih menghadapi kendala peralatan dan armada, khususnya untuk jangkauan di wilayah Sektor Utara. Selain itu, akses jalan yang sempit di pemukiman padat seringkali tidak memiliki cadangan air atau tandon yang memadai,” jelas Irwan.
Ia juga menyayangkan perilaku masyarakat yang sering berkerumun di lokasi kejadian. Menurutnya, kerumunan warga bukan sekadar menonton, namun kerap menghambat laju armada pemadam yang sedang mengejar waktu.(*/mt)















Discussion about this post