TARAKAN, Fokusborneo.com – Estafet kepemimpinan Pemuda Pakuwaja (Paguyuban Keluarga Warga Jawa) Kota Tarakan resmi berpindah tangan. Ahmad Samsudin Rifai secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Pemuda Pakuwaja Kota Tarakan untuk masa bakti 2025–2030.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini, digelar di halaman SDN 024, Karang Anyar, Minggu (25/1/26).
Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial pergantian pengurus, tetapi juga menjadi panggung berkumpulnya tokoh-tokoh penting di Kalimantan Utara (Kaltara).
Kehadiran berbagai elemen, mulai dari eksekutif, legislatif, hingga tokoh lintas organisasi, menunjukkan posisi strategis Pemuda Pakuwaja dalam struktur sosial kemasyarakatan di Bumi Paguntaka.
Hadir mewakili Pemerintah Kota Tarakan, Asisten III Setda Kota Tarakan, Ir. Elang Buana, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru ini.
Dukungan senada juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Kaltara sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Kaltara, Supa’ad Hadianto, SE.
Supa’ad menekankanpemuda adalah aset sekaligus instrumen perubahan (agent of change). Ia menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan Ahmad Samsudin Rifai, organisasi ini mampu melahirkan program yang tidak hanya eksklusif bagi warga Jawa, tetapi inklusif bagi kemajuan masyarakat Tarakan secara umum.
“Saya berharap kepengurusan ini membangun organisasi yang solid dan berintegritas. Pemuda harus menjadi pelopor persatuan dan penggerak kegiatan positif di lingkungan masyarakat,” ujar Supa’ad.
Sederet tokoh lain juga tampak memadati kursi undangan, di antaranya Anggota DPRD Kota Tarakan Barokah, S.Sos, Direktur Utama PDAM Tarakan Iwan Setiawan, Ketua Harian Pakuwaja Kaltara Suharjo Trianto, serta Ketua Umum Pakuwaja Kota Tarakan, H. Djamin.

Ketua terpilih, Ahmad Samsudin Rifai, dalam sambutan perdananya mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan besar yang diletakkan di pundaknya.
Dengan visi besar yang dirangkum dalam tagline “Menyongsong Generasi Muda yang Berbudaya, Inovatif, dan Memayu Hayuning Bawono,” Ahmad menjanjikan wajah organisasi yang lebih segar namun tetap berpijak pada akar tradisi.
”Kami menyadari amanah lima tahun ke depan ini bukan tugas yang ringan. Namun, dengan niat baik, kebersamaan, dan komunikasi yang kuat, kami optimis Pemuda Pakuwaja mampu memberikan kontribusi nyata,” ungkap Ahmad.
Ia menambahkan fokus utama kepengurusannya adalah menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa sembari beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan tantangan zaman.
Ahmad pun secara terbuka meminta arahan dan sinergi dari Pemerintah Kota Tarakan agar program kerja mereka sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Ketua Umum Pakuwaja Kota Tarakan, H. Djamin, mengingatkan para pengurus baru pengukuhan ini adalah awal dari tanggung jawab moral. Ia berpesan agar Pemuda Pakuwaja menjadi “rumah besar” yang mampu merangkul semua kalangan.
”Pemuda adalah energi perubahan. Mari jadikan Pakuwaja sebagai wadah yang mempersatukan, merawat budaya, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan Kota Tarakan,” pungkas Djamin.
Pengukuhan ini diakhiri dengan suasana penuh keakraban antar-organisasi kepemudaan (OKP) dan tokoh masyarakat yang hadir.
Terbentuknya kepengurusan periode 2025-2030 ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam melestarikan seni budaya sekaligus memperkuat kerukunan antar-etnis di Kota Tarakan.(*/mt)















Discussion about this post