TARAKAN, Fokusborneo.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan, Ahmady Burhan, memberikan peringatan keras sekaligus edukasi kepada para pedagang buah musiman yang berjualan di depan Lapangan Tenis Indoor, Telaga Keramat. Hal ini disampaikan saat mendampingi kunjungan lapangan (kunlap) Komisi I DPRD Kota Tarakan, Selasa (27/1/26).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmady menekankan setiap aktivitas usaha yang menggunakan bahu jalan atau area publik memiliki konsekuensi hukum yang serius, terutama jika berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Ahmady Burhan menyoroti penggunaan kendaraan operasional pedagang yang sering kali terparkir di area yang tidak semestinya, sehingga memicu potensi kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
”Setiap usaha yang berimplikasi pada hilangnya nyawa orang lain, maka harus paham konsekuensinya. Saya melihat ada kendaraan yang sering dipakai untuk mem-backup usaha ini, saya ingatkan lagi, ada potensi pidananya, baik dari kepolisian maupun aturan perhubungan,” tegas Ahmady.
Ia meminta para pedagang untuk tetap menaati aturan yang berlaku dan tidak abai terhadap risiko kecelakaan yang mungkin timbul akibat aktivitas dagang yang memakan badan jalan.
”Silakan berusaha sesuai aturan, tapi jangan lupa ada potensi laka lantas yang timbul. Bapak yang bertanggung jawab penuh di situ. Kami juga akan menindak tegas jika masih ada kendaraan bapak yang secara sembarangan untuk berjualan,” tambahnya.
Kegiatan lapangan ini bertujuan untuk menata estetika kota sekaligus memastikan ketertiban umum di wilayah Tarakan Timur.
Selain dihadiri pihak Dinas Perhubungan, kunjungan ini juga diikuti sejumlah pejabat penting, antara lain Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, Anggota Komisi I DPRD Kota Tarakan, Perwakilan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat Tarakan Timur dan Lurah Kampung Enam.
Melalui peninjauan ini, diharapkan para pedagang buah musiman dapat tetap mencari rejeki tanpa harus mengorbankan keselamatan warga dan kelancaran arus lalu lintas di Kota Tarakan.(*/mt)















Discussion about this post