TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan terus berupaya keras menangani persoalan penumpukan sampah di sejumlah Depo dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Hingga saat ini, tercatat volume sampah di Tarakan mencapai 110 ton per hari, dengan titik beban tertinggi berada di wilayah Sebengkok, Karang Anyar, dan Lingkas Ujung.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Beracun DLH Tarakan, Yohanes Kalodang Patongloan, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama saat ini adalah belum maksimalnya fungsi pemilahan di TPS 3R.
“Harapan kita TPS 3R itu seharusnya memilah sampah yang masuk, bisa dibuat kompos atau bahkan program pemerintah kota menjadikan sampah plastik sebagai coating block. Namun, sampai saat ini belum maksimal, sehingga sampah di depo sering mengalami overload,” ujar Yohanes, Selasa (24/2/2026).
Selain masalah pemilahan, kondisi armada pengangkut juga menjadi tantangan tersendiri. Dari 34 armada yang dimiliki, banyak unit yang sudah berusia di atas 10 tahun sehingga sering masuk bengkel.
“Dalam seminggu bisa dua kali rusak. Jika ada armada rutin yang terkendala, kami tarik mobil hunting (penyisir) untuk membantu mem-back up wilayah yang menumpuk,” jelasnya.
Selain itu, kondisi lainnya ketidakdisiplinan jadwal pembuangan sampah oleh masyarakat terutama di titik rawan seperti Sebengkok. Meski spanduk imbauan telah dipasang, banyak warga tetap membuang sampah di siang hari dengan alasan kesibukan kerja.
Saat ini DLH Tarakan memiliki total 311 petugas terdiri dari penyapu jalan, tim emergensi, dan tim hunting, yang betugas keras membersihkan dan mengangkut sampah.
Memasuki bulan suci Ramadhan, Yohanes memastikan terjadi peningkatan volume sampah. Pihaknya tengah melakukan pendataan rinci per kecamatan untuk merilis data volume sampah terbaru dalam sepekan ke depan.
“Jangankan Idul Fitri, sekarang saja sudah mulai meningkat. Kami tetap siaga dan menurunkan tim lapangan untuk memastikan kota tetap bersih meskipun volume membludak,” tegasnya.
Sebagai informasi, wilayah Karang Anyar menjadi perhatian khusus karena memiliki 70 RT. Untuk melayani wilayah padat tersebut, DLH mengoperasikan dua titik, yakni satu Depo dan satu TPS 3R guna membagi beban kerja petugas. (**)















Discussion about this post