TARAKAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara meresmikan SMA Negeri 5 Tarakan sebagai upaya memperluas akses pendidikan tingkat menengah di Tarakan. Peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Andrianus Hendro Triatmoko.
Peresmian sekolah ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan tambahan daya tampung siswa SMA negeri. Namun demikian, pihak sekolah mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan sarana prasarana yang perlu mendapat perhatian.
Baca Juga
Kepala SMA Negeri 5 Tarakan, Sri Utami, M.Pd., menyampaikan bahwa saat ini sekolah memiliki 315 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar, terdiri atas lima rombel kelas 10 dan empat rombel kelas 11. Sementara itu, ruang belajar yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan ideal.
Menurutnya, untuk kondisi saat ini sekolah masih kekurangan tiga ruang kelas. Kebutuhan tersebut diproyeksikan meningkat pada tahun ajaran baru mendatang, seiring bertambahnya tingkat kelas menjadi tiga angkatan.
“Ketika sudah ada kelas 12 nanti, kebutuhan ruang belajar akan bertambah. Secara keseluruhan kami masih memerlukan tambahan ruang kelas dan ruang pendukung lainnya,” ujarnya.
Selain ruang kelas reguler, sekolah juga membutuhkan ruang khusus untuk pembelajaran agama bagi siswa Kristen Protestan, Katolik, dan Buddha. Total kebutuhan ruang yang belum terpenuhi diperkirakan mencapai 11 ruangan.
Selama masa transisi, kegiatan belajar mengajar masih dilaksanakan dengan skema kerja sama sementara dengan sekolah lain. Namun, pihak sekolah menargetkan pemanfaatan gedung baru dapat dilakukan sepenuhnya dalam waktu dekat setelah masa nota kesepahaman berakhir.
Dengan beroperasinya SMA Negeri 5 Tarakan, pemerintah berharap pemerataan pendidikan di Tarakan semakin meningkat. Ke depan, dukungan tambahan fasilitas diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi para siswa.(ik)















Discussion about this post