TARAKAN – Puluhan massa yang tergabung dalam berbagai organisasi menggelar aksi solidaritas di Simpang Empat Tarakan Mall, Kota Tarakan, pada Ahad (8/3/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap Iran dalam eskalasi konflik melawan Amerika Serikat dan Israel, sekaligus menyuarakan sikap politik luar negeri Indonesia.
Dalam orasinya, massa menuntut agar Pemerintah Indonesia segera menarik diri dari dewan perdamaian bentukan Donald Trump, yakni Board of Peace (BOP). Massa menilai keterlibatan dalam lembaga tersebut tidak sejalan dengan prinsip kemerdekaan dan keadilan di Timur Tengah.
Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Khoirul Waroh, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari seruan nasional yang dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia.
“Kami tergabung dalam organisasi FPN (Free Palestina Network) secara nasional. Hari ini ada instruksi untuk turun bersama secara serentak, termasuk di daerah-daerah lain seperti Makassar, Surabaya, Jabodetabek, hingga Bandung,” ujar Khoirul saat ditemui di sela-sela aksi.
Pantauan di lapangan, aksi yang berlangsung tertib ini diisi dengan penyampaian orasi politik, pembacaan puisi, serta doa bersama untuk para korban konflik di Timur Tengah. Selain organisasi Free Palestina Network (FPN), beberapa organisasi Islam dan organisasi masyarakat lainnya turut hadir dalam aksi ini.
Dalam kesempatan ini, Khoirul menyatakan keprihatinannya atas dampak serangan yang menyasar fasilitas umum dan warga sipil, termasuk anak-anak. Menurutnya, aksi ini adalah bentuk dukungan moral yang bisa dilakukan oleh masyarakat di daerah.
“Sangat prihatin sekali. Yang menjadi korban bukan hanya pihak yang bersalah, bahkan anak kecil, tempat pendidikan, hingga rumah ibadah turut dibombardir. Karena kita tidak bisa membantu dengan tenaga atau materi secara langsung, maka doa dan seruan-seruan seperti inilah yang kita lakukan agar suara kita didengar,” lanjutnya.
Meskipun beberapa organisasi berhalangan hadir karena bertepatan dengan agenda lomba dan kegiatan lainnya di Tarakan, massa menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah.
“Kami menunggu instruksi selanjutnya. Jika eskalasi meningkat dan ada arahan pusat, kami akan kembali turun ke jalan dan berkoordinasi dengan pihak keamanan serta media,” pungkas Khoirul.
Aksi berjalan dengan damai dan mendapatkan pengawal dari Kepolisian. Setelah seruan aksi massa membubarkan diri dengan tertib. (**)














Discussion about this post