• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Serunya “Kupatan” di Hutan Berau, Orangutan Belajar Memanjat Demi Ketupat

by Redaksi
28 Maret 2026 06:34
in Daerah
A A

BERAU, Fokusborneo.com – Perayaan Idulfitri tidak hanya dirasakan manusia. Empat bayi orang utan yang dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Longsam, Kampung Merasa, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, juga “merayakan” Lebaran dengan cara unik.

Di pusat rehabilitasi yang dikelola Conservation Action Network (CAN) tersebut, pemberian pakan dibalut dengan nuansa Lebaran melalui ketupat. Pakan dimasukkan ke dalam anyaman ketupat dan digantung di area bermain, menciptakan suasana sederhana namun istimewa di tengah hutan tempat bayi orang utan dirawat hingga siap dilepasliarkan.

Baca Juga

Sekprov Gelar Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pasca Cuti Bersama

PSBM Makassar: Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Emas di Sektor Peternakan dan Logistik

Di Forum PSBM Makassar, Gubernur Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Potensi Besar Daerah Perbatasan

Air Kembali Mengalir! PTMB Rampungkan Perbaikan Pipa Utama di Balikpapan

Selain empat bayi orang utan, seekor owa juga mendapatkan perlakuan serupa. Ketupat berisi makanan digantung di dahan yang rimbun, sehingga satwa harus berusaha meraihnya layaknya memetik buah di alam liar.

Metode ini tidak sekadar memberi makan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Bayi orang utan dilatih memanjat, bergelantungan, serta mengoordinasikan gerak tangan dan kaki untuk mendapatkan makanan.

Hal serupa juga diterapkan di Bornean Orangutan Rescue Alliance (BORA) di Kabupaten Berau yang dikelola Center for Orangutan Protection (COP). Di sana, makanan dimasukkan ke dalam ketupat dan digantung di pohon sebagai bagian dari “sekolah hutan”.

Founder dan Direktur CAN, Paulinus Kristanto, mengatakan setiap momen di pusat konservasi merupakan kesempatan bagi satwa untuk belajar dan berkembang.

“Metode pengayaan (enrichment) berbentuk ketupat ini bertujuan menantang kemampuan fisik dan kognitif bayi orang utan. Kami sengaja menggantungnya di area bermain agar mereka aktif bergerak dan berpikir,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, cara ini merupakan simulasi kondisi alam liar, di mana orang utan harus berusaha mendapatkan makanan. Selain melatih fisik, proses membuka anyaman ketupat juga melatih kesabaran dan ketangkasan.

“Melihat antusiasme mereka, ini bukan sekadar makan, tetapi proses ‘berburu’. Setiap tantangan yang berhasil dilewati membuat mereka selangkah lebih dekat untuk mandiri di alam,” tambahnya.

Manajer BORA, Widi Nursanti, menyebut metode ini sebagai bentuk kreativitas dalam memperkaya variasi penyajian pakan.

“Enrichment membuat satwa tetap aktif, berpikir, dan mencari cara untuk mendapatkan makanan, terutama bagi orang utan yang sedang menjalani rehabilitasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketupat yang digunakan berisi potongan buah, selai, dan madu. Selain mencegah kejenuhan, metode ini juga melatih kemampuan problem solving, merangsang indra penciuman, serta meningkatkan aktivitas fisik satwa.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), M. Ari Wibawanto, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pengayaan bertema ketupat menjadi bukti komitmen dalam menjaga proses rehabilitasi tetap dinamis, bahkan di momen hari besar.

“Media ketupat bukan sekadar kemasan unik, tetapi alat pembelajaran yang efektif. Satwa dilatih menggunakan kreativitas dan naluri alaminya untuk mendapatkan makanan,” ujarnya.

Ia optimistis pendekatan kreatif seperti ini mampu mengurangi kejenuhan satwa di kandang sekaligus mempercepat kesiapan mereka kembali ke habitat asli.

Momen “Kupatan” bagi orang utan ini menjadi simbol harapan, bahwa setiap proses belajar yang mereka jalani adalah langkah menuju kemandirian di alam liar. Sinergi antara BKSDA, CAN, dan COP pun menjadi kunci keberhasilan upaya konservasi orang utan di Kalimantan Timur..(**)

Tags: BerauBKSDABORACANCOPenrichmentfauna Indonesiahutan KalimantanIdulfitriKalimantan TimurKetupatKonservasilebaranLingkunganorang utanPPS LongsamRehabilitasi satwasatwa liarsekolah hutan

Berita Lainnya

Daerah

Sekprov Gelar Safari Perangkat Daerah, Pastikan Pelayanan Tetap Optimal Pasca Cuti Bersama

27 Maret 2026 11:43
Daerah

PSBM Makassar: Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Emas di Sektor Peternakan dan Logistik

26 Maret 2026 21:15
Daerah

Di Forum PSBM Makassar, Gubernur Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Potensi Besar Daerah Perbatasan

26 Maret 2026 20:55
Daerah

Air Kembali Mengalir! PTMB Rampungkan Perbaikan Pipa Utama di Balikpapan

26 Maret 2026 19:05
Pantai Amal Jadi Magnet Wisatawan di Libur Lebaran 2026, Pedagang Raup Untung
Daerah

Pantai Amal Jadi Magnet Wisatawan di Libur Lebaran 2026, Pedagang Raup Untung

26 Maret 2026 15:55
Daerah

WFA Diterapkan, Sekda Tana Tidung Turun Langsung Pastikan Layanan Publik Tetap Prima

26 Maret 2026 15:51

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Jelang Idulfitri, JMSI Nunukan Salurkan Bantuan Pangan untuk Ibu-Ibu Pejuang Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gubernur Kaltara Gelar Open House Hari Kedua Idulfitri, Warga Tarakan Antusias Bersilaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Forum PSBM Makassar, Gubernur Kaltara Gaet Investor dengan Tawaran Potensi Besar Daerah Perbatasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tinjau Langsung Perbatasan, Pemprov Kaltara Soroti Infrastruktur Apau Kayan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuaca Ekstrem, Camat Tarakan Utara Himbau Warga Tidak Bakar Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Serunya “Kupatan” di Hutan Berau, Orangutan Belajar Memanjat Demi Ketupat

28 Maret 2026 06:34

Pasca Lebaran, Personil Polresta Bulungan Amankan Pusat Keramaian

27 Maret 2026 15:00
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP