TARAKAN, Fokusborneo.com – Kawasan objek wisata Pantai Amal di Kota Tarakan menjadi destinasi primadona bagi warga setempat maupun wisatawan luar daerah mengisi momentum libur Lebaran 2026.
Sejak libur Idulfitri, ribuan pengunjung memadati pesisir pantai untuk menikmati suasana alam bersama keluarga.
Pantauan di lokasi, Rabu (25/3/26), kepadatan terlihat dari antrean kendaraan yang memenuhi kantong parkir.
Gazebo-gazebo di sepanjang garis pantai juga tampak penuh oleh warga yang bersantai sembari menikmati hidangan khas pesisir.
Salah satu pengunjung, Yani, mengungkapkan dirinya sengaja memilih Pantai Amal sebagai lokasi berlibur untuk memberikan suasana baru bagi anak-anaknya.
Berbeda dari hari biasanya di mana anak-anak lebih memilih pusat permainan dalam ruangan (playground), kali ini ia ingin mengenalkan interaksi dengan alam.
”Kami tiba sekitar jam tiga sore. Anak-anak langsung antusias bermain air dan pasir. Memang sengaja diajak ke sini supaya mereka tidak bosan di playground terus, sekaligus cari pengalaman baru di ruang terbuka,” ujar Yani.
Lonjakan kunjungan ini membawa dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi pelaku usaha mikro di kawasan tersebut.
Tidak hanya warung kuliner permanen yang menjajakan kerang kapah dan es kelapa muda, pedagang mainan dan kuliner keliling pun kecipratan berkah.
Sunar, seorang pedagang mainan cetakan pasir dan mobil-mobilan, mengaku omzetnya meningkat tajam sejak hari kedua Lebaran. Dengan mulai berjualan sejak pukul 10.00 Wita, ia mampu menjual puluhan item dalam sehari.
”Alhamdulillah, antusiasme pembeli sangat baik. Sehari bisa laku sekitar 30 mainan dengan pendapatan mencapai Rp500 ribu. Saya perkirakan keramaian ini masih bertahan sampai satu minggu ke depan,” kata Sunar.
Kondisi serupa dirasakan Syamsuri, pedagang bakso keliling. Selama periode libur panjang ini, ia memilih untuk mangkal atau menetap di satu titik di Pantai Amal dibandingkan berkeliling kampung seperti hari biasanya.
”Biasanya saya keliling masuk gang, tapi selama libur ini dari jam 12 siang sudah standby di sini. Pengunjung ternyata senang makan bakso panas di pinggir pantai, jualan saya selalu habis sebelum sore,” tuturnya.
Meningkatnya tren wisata ke Pantai Amal pada Lebaran 2026 ini menunjukkan pemulihan sektor pariwisata lokal yang kuat, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat kecil di Tarakan.(**)















Discussion about this post