TARAKAN, Fokusborneo.com – Kondisi layanan keimigrasian di Kota Tarakan sepanjang musim mudik dan balik Idulfitri 1447 H tidak menunjukkan lonjakan drastis.
Berdasarkan data Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, tren permohonan paspor maupun lalu lintas orang di pintu kedatangan internasional masih berada dalam angka normal.
Meski berada di tengah momen libur panjang, minat masyarakat mengurus dokumen perjalanan justru melandai. Dari kuota harian yang disediakan, jumlah pemohon terpantau jauh di bawah batas maksimal.
”Sepanjang periode Maret ini, rata-rata hanya 30 pemohon yang masuk per hari, padahal kuota daring kami mencapai 168 orang. Jadi bisa dibilang kondisinya cukup tenang,” ungkap Okky Setyawan, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan, Senin (30/3/26).
Pergerakan penumpang di Pelabuhan Malundung pun setali tiga uang. Secara statistik, angka keberangkatan dan kedatangan tahun ini tidak banyak bergeser jika dikomparasikan dengan data tahun lalu.
Kedatangan dari tanggal 12-28 Maret, tercatat sebanyak 717 orang. Sedangkan keberangkatan, 859 orang. Untuk pergerakan Warga Negara Asing (WNA), ada sekitar 300 orang masuk dan 200 orang keluar.
Okky menjelaskan mobilitas ini didominasi agenda silaturahmi keluarga, terutama rute menuju Tawau, Malaysia.
”Banyak warga yang menyeberang untuk mengunjungi kerabat di Malaysia atau sekadar memanfaatkan jalur tersebut untuk transit liburan,” imbuhnya.
Walaupun aktivitas landai, pihak Imigrasi tetap menyiagakan personel penuh selama masa cuti bersama.
Layanan darurat tetap dibuka 24 jam untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak masyarakat, meskipun hingga saat ini belum ada laporan permohonan paspor darurat yang masuk.
Mengenai potensi penerbangan internasional di Bandara Juwata, Okky menegaskan timnya sudah dalam posisi siap tempur.
“Personel dan sistem sudah standby. Begitu ada lampu hijau untuk penerbangan internasional, kami langsung bergerak,” tutupnya.(*/mt)

















Discussion about this post