BULUNGAN – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari intoleransi. Hal ini diwujudkan melalui kehadiran jajaran Polsek Tanjung Palas Barat dalam kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Senin (18/5/2026).
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Aipda Hadi menyampaikan bahwa kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini mengusung tema “Peningkatan Iklim Kebhinekaan di Lingkungan Sekolah (Toleransi, Kesetaraan, Moderasi Beragama, dan Berbudaya)”.
”Kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara aparat penegak hukum, pemerintah kecamatan, dan instansi pendidikan untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama tertanam kuat sejak di lingkungan sekolah,” ujar Aipda Hadi.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di aula SMAN 1 Tanjung Palas Barat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya, Camat Tanjung Palas Barat, Zakaria Serah, S.Sos, M.Ap, Kapolsek Tanjung Palas Barat, Ipda M. Akbar Baking, Danramil Tanjung Palas Barat, yang diwakili oleh Serka Henle, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Sem Serah, S.Pd., M.Si, Widyaiswara Ahli Madya, Wahyu Eko Handayani, S.Pd, M.Pd (sebagai pemateri), Para Guru dan Tenaga Kependidikan SMAN 1 Tanjung Palas Barat.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sesi foto bersama, dan ditutup dengan pemaparan materi utama.
Aipda Hadi menambahkan, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui pelatihan kompetensi GTK ini, yaitu:
Integrasi Nilai Kebhinekaan: Meningkatkan pemahaman guru dan staf dalam mengintegrasikan nilai toleransi, kesetaraan, serta moderasi beragama dan budaya ke dalam proses belajar mengajar sehari-hari.
Membangun Lingkungan Inklusif: Menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan harmonis dengan menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.
Pencegahan Intoleransi dan Bullying: Membekali GTK dengan strategi deteksi dini serta penanganan konflik berbasis perbedaan agar tidak terjadi tindakan diskriminasi maupun perundungan di sekolah.
Guru sebagai Agen Moderasi: Menguatkan peran guru sebagai teladan dan fasilitator dialog yang damai, tanpa memaksakan satu pandangan tertentu.
”Polresta Bulungan sangat mengapresiasi langkah SMAN 1 Tanjung Palas Barat. Dengan membekali para guru, kita bersama-sama telah membentengi generasi muda dari bahaya radikalisme, intoleransi, dan bullying. Semoga iklim harmonis ini terus terjaga,” pungkas Kasi Humas. (**)












Discussion about this post