TANJUNG SELOR – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat Bulungan tidak terganggu pasca-kecelakaan tunggal yang menimpa salah satu mobil tangki pengangkutnya di Jalan Poros Bulungan–Berau Km 30, Jelarai Selor, Senin (20/7) malam. Insiden tersebut terjadi saat armada tangki berusaha membuang kemudi demi menghindari truk sawit yang mendadak berhenti di tengah jalan akibat pecah ban.
Mobil tangki bernomor polisi KU 8196 AU milik mitra transportir PT Timbul Cahaya Energi itu sedianya mengangkut muatan 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002 Bulungan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika mobil tangki melintasi tikungan dan mendapati truk pengangkut kelapa sawit yang mogok di jalurnya.
”Dalam upaya menghindari benturan dengan kendaraan tersebut, mobil tangki melakukan manuver keluar jalur hingga menabrak pohon sawit sehingga bagian depan kendaraan mengalami kerusakan,” kata Edi, Rabu (22/7).
Kendati bagian depan armada mengalami kerusakan, Pertamina menegaskan bahwa tidak ada kebocoran tangki ataupun BBM yang tumpah membasahi lingkungan sekitar. Penanganan difokuskan pada keselamatan awak serta kelancaran distribusi BBM.
”Pertamina langsung melakukan penanganan dengan memprioritaskan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan dan produk, serta memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan. Satu orang awak mobil tangki mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan di fasilitas kesehatan terdekat,” lanjutnya.
Pasca-kejadian, Pertamina bersama mitra transportir dan pihak kepolisian berkoordinasi mengamankan lokasi. Mobil tangki yang rusak kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan towing menuju SPBU tujuan agar BBM dapat dibongkar secara aman.
”Seluruh muatan berupa 8 KL Pertalite dan 8 KL Biosolar telah berhasil dibongkar di SPBU tujuan pada Selasa (21/7) pukul 07.00 Wita. Dengan demikian, pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan,” terangnya.
Pertamina merinci stok BBM di SPBU 63.772.002 tetap melimpah dan aman. Persediaan yang ada mencakup, Pertamax: 7 KL, Pertalite: 9 KL, Pertamax Turbo: 5 KL, Biosolar: 24 KL, dan Dexlite: 12 KL.
Selain itu, pasokan rutin pada Selasa (21/7) tetap dikirimkan untuk menjaga ketahanan energi di wilayah Bulungan. Berdasarkan data sebelum berangkat, kedua awak mobil tangki dipastikan dalam kondisi sehat dan fit.
”Kendaraan juga dinyatakan layak jalan dan tidak ditemukan indikasi pengemudi mengonsumsi minuman beralkohol. Saat kecelakaan terjadi, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kondisi jalan baik, sementara kecepatan kendaraan berdasarkan data GPS berada pada kisaran 35–44 kilometer per jam,” tutur Edi.
Sebagai langkah perbaikan, Pertamina bersama mitra transportir akan menggelar evaluasi menyeluruh serta pemeriksaan teknis kendaraan guna mencegah kejadian serupa berulang.
”Pertamina berkomitmen untuk terus mengutamakan aspek keselamatan serta memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga,” tutup Edi. (**)















Discussion about this post