TANA TIDUNG, Fokusborneo.com —Kabupaten Tana Tidung mencatat capaian membanggakan dalam pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (SULINJAR) untuk satuan pendidikan anak usia dini (PAUD). Hingga tiga hari sebelum batas akhir, seluruh satuan PAUD di daerah itu telah menuntaskan pengisian SULINJAR atau mencapai 100 persen.
Capaian tersebut menjadikan Tana Tidung sebagai daerah pertama di Kalimantan Utara (Kaltara) yang berhasil menuntaskan SULINJAR PAUD secara penuh. Sementara secara keseluruhan, tingkat penyelesaian SULINJAR satuan PAUD di Kaltara masih berada di angka 84 persen.
Bunda PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim Ali, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, kepala satuan pendidikan, dan para tenaga pendidik.
Sejak pelaksanaan SULINJAR dimulai, Vamelia terus mendorong kepala sekolah dan guru agar tidak menunda pengisian survei. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh satuan pendidikan menjadi kunci untuk memastikan data yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi pendidikan PAUD secara utuh.
“Ini bukan sekadar mengejar angka 100 persen. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh satuan PAUD ikut berpartisipasi, sehingga kita memiliki data yang lengkap mengenai kondisi lingkungan belajar dan mutu pendidikan,” ujar Vamelia.
Ia menjelaskan, hasil SULINJAR memiliki keterkaitan erat dengan Rapor Pendidikan. Data tersebut dapat digunakan untuk melihat berbagai kondisi yang terjadi di satuan pendidikan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan.
“Rapor Pendidikan harus kita manfaatkan. Data yang ada jangan hanya disimpan sebagai laporan, tetapi menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun perencanaan dan menentukan kebutuhan yang benar-benar prioritas,” katanya.
Menurut Vamelia, pemanfaatan data tersebut juga penting dalam penyusunan Rencana Anggaran Sekolah yang bersumber dari Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD Daerah. Dengan perencanaan berbasis data, belanja pendidikan diharapkan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
Selain mendorong partisipasi tenaga pendidik, Vamelia juga berupaya mengatasi kendala teknis yang dihadapi sejumlah satuan PAUD. Keterbatasan perangkat menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian agar proses pengisian SULINJAR dapat berjalan lancar.
Atas inisiatif Bunda PAUD Tana Tidung, dua unit laptop dan satu unit komputer disiapkan untuk mendukung pelaksanaan SULINJAR di satuan PAUD.
Kepala PAUD Tunas Bangsa, Fitrianti, mengaku keberadaan perangkat tersebut sangat membantu para guru.
“Bantuan perangkat ini sangat membantu kami, terutama karena guru membutuhkan perangkat untuk menyelesaikan pengisian SULINJAR. Dengan adanya fasilitas ini, proses pengisian menjadi lebih mudah dan lancar,” kata Fitrianti.
Ia menilai dukungan sarana teknologi tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan satuan pendidikan, khususnya dalam menghadapi tuntutan pengelolaan data pendidikan yang semakin berbasis digital.
Bagi Tana Tidung, capaian 100 persen SULINJAR bukan sekadar keberhasilan menyelesaikan survei. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan data pendidikan benar-benar digunakan dalam menentukan arah kebijakan.
Vamelia berharap seluruh satuan PAUD dapat terus memanfaatkan hasil SULINJAR dan Rapor Pendidikan untuk melakukan evaluasi serta memperbaiki kualitas layanan pendidikan.
“Kita ingin data ini menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan. Apa yang sudah baik dipertahankan, sementara yang masih kurang harus kita benahi bersama,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Tana Tidung menunjukkan komitmennya membangun sistem pendidikan PAUD yang lebih terukur, berbasis data, dan berkelanjutan.(**)















Discussion about this post