TARAKAN, Fokusborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penanganan terhadap titik batubara aktif di Jalan Pantai Amal Lama, tepatnya di depan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran api akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di area tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menegaskan penaganan di lapangan dilakukan secara berkolaborasi atas instruksi pimpinan.
“Sesuai dengan arahan Pak Wali, BPBD dan PUberkolaborasi. Kami mendampingi menyiapkan peralatan pemadaman seperti fire dan supply, siapa tahu terjadi kebakaran yang tidak terkendali yang mendekati alat-alat berat yang sedang bekerja,” ujar Yonsep saat memantau lokasi secara langsung, Jumat (28/8/26).
Yonsep menjelaskan, pihak BPBD menurunkan 8 personel beserta unit armada pemadam yang bersiaga penuh di lokasi. Penanganan ini juga didukung personil TNI-Polri dari Kodim 0907 dan Polres Tarakan yang menyiagakan sekitar 8 personel dan 1 unit fire, serta jajaran Dinas PUPR.

Mengenai durasi pengerjaan, Yonsep menyebutkan armada akan tetap disiagakan hingga proses penanganan benar-benar tuntas.
“Kami standby di sini sampai ini selesai. Belum bisa dipastikan waktunya karena kita belum tahu sejauh mana dampak dari kebakaran batubara yang di dalam,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan komitmen dukungan peralatan tambahan telah disiapkan TNI, Polri, hingga Pertamina jika nantinya diperlukan situasi darurat.
Saat ini, lokasi pengerjaan telah disterilkan dari aktivitas warga. Akses jalan utama di titik tersebut ditutup sementara, dan masyarakat diimbau menggunakan jalan alternatif yang telah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.(*/mt)














Discussion about this post