TANA TIDUNG, Fokusborneo.com — Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus mendorong peningkatan kualitas pendidik anak usia dini melalui penguatan kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Upaya tersebut dilakukan dengan membangun sinergi bersama pemerintah pusat.
Langkah itu dilakukan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, saat melanjutkan agenda koordinasi di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam kesempatan tersebut, Vamelia bertemu dengan Direktur Guru PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) untuk membahas sejumlah program prioritas bagi pendidik PAUD di Tana Tidung.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik.
Salah satu agenda yang dibahas adalah keberlanjutan Program Guru Sarjana yang selama ini telah dijalankan di Kabupaten Tana Tidung. Program tersebut diharapkan dapat disinergikan dengan program pemerintah pusat melalui Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1 menggunakan Sistem Pemenuhan Kualifikasi Akademik (SIPKA).
Vamelia mengatakan, peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi hal penting karena kualitas pendidik memiliki peran besar dalam menentukan mutu pembelajaran anak usia dini.
“Kami ingin program yang sudah berjalan di Tana Tidung bisa disinergikan dengan program pemerintah pusat. Harapannya, melalui SIPKA, semakin banyak guru PAUD yang bisa memenuhi kualifikasi akademik S-1,” kata Vamelia.
Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses guru untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga membuat peningkatan kualifikasi akademik berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain pendidikan formal, pembahasan juga mencakup peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan teknis dan berbagai pelatihan. Salah satunya berupa pelatihan teknis non-gelar yang dapat memberikan keterampilan praktis kepada para pendidik.
Vamelia menilai, peningkatan kapasitas guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar para pendidik mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran dan menerapkannya sesuai kebutuhan anak di dalam kelas.
“Tidak hanya soal gelar, kompetensi guru juga harus terus ditingkatkan. Pelatihan yang bersifat teknis dan aplikatif sangat dibutuhkan agar apa yang didapatkan guru bisa langsung diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas rencana pelaksanaan Jambore Ceria bagi guru PAUD dan Pendidikan Nonformal. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperluas jejaring.
Bagi Vamelia, kegiatan seperti Jambore Ceria tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga dapat menjadi sarana memberikan apresiasi kepada para guru yang selama ini berperan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini.
“Kami berharap Jambore Ceria nantinya menjadi ruang untuk mengapresiasi guru, menampilkan kreativitas, sekaligus membangun jejaring dan berbagi pengalaman antarpendidik,” tuturnya.
Vamelia optimistis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat. Dengan dukungan program yang selaras, peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru PAUD di Kabupaten Tana Tidung diharapkan semakin optimal.
“Harapan kami tentu kualitas pendidik di Tana Tidung semakin baik dan selaras dengan standar nasional. Pada akhirnya, peningkatan kualitas guru ini akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post