TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Sejumlah agenda pembangunan di Kabupaten Tana Tidung memasuki tahapan penyiapan lahan, administrasi dan kelembagaan. Pemerintah daerah menargetkan sejumlah pekerjaan tersebut dapat dituntaskan agar program pembangunan pada 2027 bisa berjalan lebih terarah.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali mengatakan penyelesaian status lahan menjadi salah satu pekerjaan yang masih dikawal, termasuk untuk lahan Inhutani, Rumah Sakit Akhmad Berahim dan kebutuhan kawasan pemerintahan. Kepastian dokumen pertanahan diperlukan agar tahapan pembangunan dapat berlanjut.
“Yang sekarang kita kejar itu sertifikasi lahan. Lahan Inhutani kita targetkan selesai, kemudian lahan Rumah Sakit Akhmad Berahim juga kita urus sertifikatnya. Rumah sakitnya sudah aktif, sudah berfungsi, tinggal peresmiannya secara resmi yang kita masih menunggu,” kata Ibrahim.
Untuk Rumah Sakit Akhmad Berahim, Ibrahim mengatakan fasilitas tersebut telah digunakan untuk pelayanan meski belum diresmikan secara resmi. Peresmian masih menunggu agenda Presiden Prabowo.
Di Tanah Merah, pembangunan Kampung Nelayan juga sudah memasuki tahapan yang lebih konkret. Ibrahim menyebut surat keputusan atau SK untuk program tersebut telah final dan pekerjaan telah masuk kontrak.
“Kalau Kampung Nelayan di Tanah Merah, SK-nya sudah final dan sudah kontrak. Jadi tinggal kita kawal pembangunannya. Ini harus kita pastikan berjalan sesuai dengan tahapan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Selain dua proyek tersebut, Pemkab Tana Tidung juga menyiapkan lahan untuk kebutuhan pusat pemerintahan yang berkaitan dengan pemerintah pusat. Dari 13 peta bidang yang telah disiapkan, enam bidang sudah mendapatkan tanda tangan dari kantor pertanahan.
“13 peta bidang itu, enam sudah ditandatangani oleh kantor pertanahan Bulungan dan Tana Tidung. Artinya proses sertifikasinya sudah punya dasar untuk kita lanjutkan,” kata Ibrahim.
Ia mengatakan penyelesaian dokumen pertanahan perlu terus dikawal agar tidak menghambat tahapan program pembangunan. Pemerintah daerah juga masih menargetkan penyelesaian sertifikasi lahan lainnya yang berkaitan dengan agenda pembangunan daerah.
Di bidang pendidikan, Tana Tidung juga tengah menyiapkan rencana pendirian perguruan tinggi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Persiapan tenaga pengajar, khususnya untuk jenjang magister, menjadi salah satu tahapan yang sedang dikerjakan.
“Kita targetkan perguruan tinggi di tahun 2027 sudah mulai berjalan. Sekarang persiapannya sedang kita lakukan, termasuk untuk dosen S2. Kita juga mendapat pendampingan dari UINSI Samarinda,” ujarnya.
Selain perguruan tinggi, program Sekolah Rakyat dan Sekolah Nusantara Terpadu juga masih dalam proses penyiapan. Ibrahim meminta jajaran terkait memastikan setiap tahapan berjalan sehingga program tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Menurut Ibrahim, penataan struktur organisasi dan penyelesaian sejumlah pekerjaan administratif harus tuntas pada 2026. Dengan begitu, jajaran pemerintah daerah tidak lagi tersita pada urusan pembenahan kelembagaan ketika memasuki 2027.
“Kalau struktur sudah rapi dan urusan yang sekarang kita kerjakan sudah selesai, tahun depan kita tinggal fokus bekerja. Target-target yang sudah kita susun harus dikejar, jangan lagi sibuk dengan urusan yang seharusnya selesai tahun ini,” kata Ibrahim. (*/hr)











Discussion about this post