TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-PAPBD) Kabupaten Bulungan Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Bulungan.
Penyampaian Nota Keuangan tersebut berlangsung dalam rapat paripurna di Ruang Sidang Datu Adil DPRD Bulungan, Senin (14/9/2026).
Dalam penyampaiannya, Syarwani menjelaskan sejumlah perubahan dalam struktur APBD 2026, mulai dari pendapatan, belanja hingga pembiayaan daerah. Perubahan tersebut disusun untuk menyesuaikan kondisi fiskal sekaligus menjaga program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Memang untuk perubahan ini pasti ada dinamika, baik dari postur pendapatan, belanja maupun pembiayaan,” kata Syarwani.
Pada sisi belanja, Pemerintah Kabupaten Bulungan memproyeksikan kenaikan dari sekitar Rp2,010 triliun menjadi Rp2,038 triliun. Artinya, terjadi penambahan sekitar Rp28,2 miliar.
Tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung lima prioritas pembangunan utama Kabupaten Bulungan.
Pertama, peningkatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui akselerasi wajib belajar 12 tahun, peningkatan fasilitas dan mutu layanan pendidikan serta kesehatan.
Di bidang kesehatan, pemerintah juga memprioritaskan kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta pemenuhan kebutuhan tenaga medis, termasuk dokter spesialis.
Prioritas kedua adalah peningkatan pembangunan ekonomi secara luas dengan memperkuat sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan tangkap dan budidaya.
Berikutnya, percepatan pembangunan infrastruktur dan prasarana wilayah. Program yang menjadi perhatian mencakup penyelesaian dan pemeliharaan jalan serta jembatan antar-kecamatan, sarana permukiman, penyediaan air bersih hingga pengendalian banjir.
“Yang kita fokuskan ada lima hal, berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan, termasuk juga infrastruktur, bidang pertanian dalam arti luas, termasuk juga upaya pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” ujar Syarwani.
Prioritas keempat diarahkan pada tata pemerintahan yang baik dan bersih. Pemerintah daerah mendorong peningkatan kompetensi aparatur sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
Prioritas kelima menyangkut penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial. Fokusnya meliputi pemenuhan hak dasar masyarakat miskin, kecukupan gizi, pelatihan keterampilan serta perbaikan lingkungan hidup.
Dalam Nota Keuangan R-PAPBD 2026, Syarwani juga memaparkan perubahan target pendapatan daerah.
Pendapatan daerah yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp1,585 triliun turun menjadi sekitar Rp1,529 triliun atau berkurang sekitar Rp55,61 miliar.
Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi pendapatan transfer yang menjadi sekitar Rp1,285 triliun.
Meski target pendapatan daerah menurun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru mengalami peningkatan. PAD diproyeksikan mencapai Rp244,41 miliar atau bertambah sekitar Rp10 miliar dari rencana awal.
“Meski demikian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik menjadi Rp244.412.920.918 atau bertambah sekitar Rp10 miliar dari rencana awal,” ungkapnya.
Pada sisi pembiayaan, penerimaan yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 juga mengalami penyesuaian setelah melalui audit BPK RI.
SiLPA yang sebelumnya diproyeksikan sekitar Rp424,98 miliar meningkat menjadi Rp508,84 miliar. Selisih sekitar Rp83,85 miliar tersebut menjadi bagian dari pembiayaan pada APBD Perubahan 2026.
“Selisih antara SiLPA yang kita susun dengan hasil audit BPK itu menjadi bagian daripada pembiayaan kegiatan di perubahan tahun 2026,” jelas Syarwani.
Untuk menjaga keseimbangan anggaran, Pemkab Bulungan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya evaluasi dan optimalisasi PAD, penyusunan skala prioritas secara ketat serta rasionalisasi program belanja pada organisasi perangkat daerah (OPD).
Nota Keuangan R-PAPBD 2026 tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan bersama DPRD Bulungan sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.(**)














Discussion about this post