TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tana Tidung mendapat ruang lebih luas untuk mengenal sekaligus mengakses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Akses Keuangan dan Edukasi UMKM Benuanta (AKSI BENUANTA) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara bersama Bank Indonesia (BI), Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, lembaga jasa keuangan dan pelaku UMKM, Rabu (16/9/26).
Kegiatan tidak hanya membahas akses modal, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami cara mengelola keuangan dan pembiayaan secara sehat.
Kepala OJK Kalimantan Timur-Kalimantan Utara selaku Koordinator Wilayah OJK Kaltim-Kaltara, Misran Pasaribu, mengatakan kemudahan memperoleh pembiayaan perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan.
“AKSI BENUANTA menjadi momentum memperkuat sinergi OJK, BI, Pemkab Tana Tidung, lembaga jasa keuangan dan pelaku UMKM untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi keuangan,” kata Misran.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional tercatat 69,57 persen, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Untuk Kalimantan Utara, indeks literasi keuangan berada pada angka 65,25 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,10 persen.
Data tersebut memperlihatkan penggunaan produk dan layanan keuangan di Kaltara sudah cukup luas. Namun, pemahaman masyarakat mengenai manfaat, biaya, risiko serta kewajiban dari produk keuangan masih perlu diperkuat.
Menurut Misran, pemahaman tersebut penting agar masyarakat tidak sekadar menggunakan layanan keuangan, tetapi mampu memilih produk yang sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Pelaku UMKM juga perlu mempertimbangkan kemampuan membayar sebelum mengambil pembiayaan. Dengan perhitungan yang matang, tambahan modal dapat digunakan untuk kegiatan usaha yang produktif tanpa menimbulkan beban keuangan yang tidak terkendali.
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tana Tidung pada 2026 menjalankan tiga program, yakni Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), Agen Laku Pandai dan AKSI BENUANTA.
Dalam AKSI BENUANTA, salah satu agenda utama adalah business matching. Pelaku UMKM dipertemukan dengan lembaga jasa keuangan untuk mendapatkan informasi dan peluang pembiayaan sesuai karakteristik serta kebutuhan usahanya.
Langkah ini diharapkan dapat memperpendek akses pelaku usaha terhadap sektor keuangan formal.
Sebab, persoalan UMKM bukan hanya keterbatasan modal. Sebagian pelaku usaha juga masih menghadapi kendala dalam pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas dan penyusunan keuangan usaha.
AKSI BENUANTA turut menghadirkan edukasi pengelolaan keuangan dan pengenalan aplikasi SIAPIK yang dapat digunakan untuk membantu pencatatan keuangan UMKM.
Pencatatan yang tertib menjadi salah satu fondasi penting bagi pelaku usaha untuk mengetahui kondisi bisnis, mengukur arus kas dan menentukan kebutuhan pembiayaan.
Pelaku UMKM juga mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan riwayat kredit melalui SLIK OJK secara gratis.
Riwayat kredit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika pelaku usaha akan mengajukan pembiayaan. Karena itu, disiplin memenuhi kewajiban pembayaran menjadi bagian dari pengelolaan keuangan yang sehat.
OJK juga mendorong masyarakat menghindari pinjaman online ilegal maupun investasi ilegal serta memastikan setiap produk keuangan yang digunakan berasal dari lembaga resmi.
OJK terus mendorong kemudahan pembiayaan bagi UMKM melalui POJK Nomor 19 Tahun 2025, termasuk penyederhanaan persyaratan, skema pembiayaan yang sesuai karakteristik usaha dan percepatan proses pembiayaan.
Namun, kemudahan akses tersebut tetap perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Pelaku usaha didorong menggunakan pembiayaan untuk kebutuhan produktif, seperti menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, membeli peralatan usaha atau mengembangkan pasar.
Melalui AKSI BENUANTA, sinergi antara pemerintah daerah, OJK, BI dan lembaga jasa keuangan diharapkan dapat menciptakan akses pembiayaan yang lebih terbuka bagi UMKM Tana Tidung.
Tidak hanya mendapatkan akses modal, pelaku usaha juga diharapkan semakin mampu mengelola keuangan sehingga usaha dapat tumbuh dan bertahan secara berkelanjutan.(**)















Discussion about this post