BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan sepanjang 2026 telah mengawasi sebanyak 997 Warga Negara Asing (WNA) yang mencakupi WNA dengan Izin Tinggal Tetap (ITAP), Izin Tinggal Terbatas (ITAS), serta yang paling banyak yaitu Izin Tinggal Kunjungan (ITK) yang umumnya digunakan untuk bisnis dan perencanaan penanaman modal asing.
Kasi Inteldakim Imigrasi Balikpapan, Doni Purwoko Jadi Sandra Dewa mengungkapkan yang mana 9 diantaranya dideportasi sejak Januari 2026 lalu.
“Kasus deportasi yang terjadi sejak awal 2026 ini mayoritas mereka overstay disini serta penyalahgunaan visa, namun ketika kami lakukan penindakan deportasi mereka kooperatif hanya satu atau dua orang yang melakukan perlawanan karena mungkin kondisi psikis ya,” tuturnya dalam coffee morning dan media tour di Aula Sudirman, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Pihaknya juga secara rutin turun ke lapangan untuk memastikan izin tinggal WNA yang masuk ke wilayah Indonesia sesuai dengan peruntukannya, sehingga menurutnya masyarakat Balikpapan khususnya memiliki peran penting dan sangat besar dalam membantu pengawasan.
“Keterbatasan jumlah petugas kami yang membuat kami sangat terbantu dengan adanya informasi dari masyarakat terkait aktivitas orang asing yang berada di sekitar lingkungan mereka,” terang Doni.
Selain itu ia juga menjelaskan bahwa saat ini Imigrasi punya program baru yang mana program ini dikhususkan untuk mencegah adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
“Jadi saat ini kami ada program yang mana program ini di bentuk untuk mencegah TPPO dan TPPM yaitu PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa) jadi petugas kami ke pelosok-pelosok desa mengedukasi kepada masyarakat terkait bahaya TPPO dan TPPM,” jelasnya lagi.
Dijelaskannya lagi untuk saat ini belum ditemukan adanya indikasi yang mengarah ke TPPO dan TPPM di Balikpapan, namun kepada pemohon yang tercatat pernah bekerja di negara tertentu khususnya seperti Kamboja pihaknya melakukan wawancara pendalaman lebih detail.
“Memang dengan cara terjun langsung ke masyarakat kami harapkan masyarakat bisa teredukasi dengan baik serta bahu membahu untuk mencegah terjadinya TPPO,” tegasnya mengakhiri.(*/rz)















Discussion about this post