TARAKAN, Fokusborneo.com – Kualitas udara di Kota Tarakan mengalami penurunan drastis hingga masuk dalam kategori Tidak Sehat.
Walikota Tarakan, dr. Khairul, menyampaikan imbauan resmi kepada masyarakat melalui akun Instagram pribadinya (@khairul_dr) terkait kondisi kabut asap yang melanda wilayah setempat.
Berdasarkan data Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan per Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 15.00 Wita, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencatatkan angka 104 dengan parameter kritis PM_2,5. Angka ini secara resmi menunjukkan bahwa tingkat pencemaran udara di Kota Tarakan telah melampaui ambang batas aman.
Dalam unggahannya, dr. Khairul menjelaskan fenomena kabut asap yang menyelimuti Kota Tarakan bukan berasal dari titik api lokal, melainkan merupakan asap kiriman.
“Kabut asap berdasarkan informasi berasal (kiriman) dari Kalimantan Tengah yang tertiup angin selatan menuju utara,” tulis Walikota Tarakan dalam unggahannya.
Melihat kondisi udara yang berpotensi mengganggu kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, Walikota meminta warga Tarakan untuk mengambil langkah antisipasi.
“Pada kondisi semacam ini disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau jika harus keluar rumah, gunakanlah masker!!,” tegas dr. Khairul.
Rekomendasi khusus juga diberikan bagi kelompok sensitif seperti penderita asma dan penyakit jantung maupun masyarakat umum untuk membatasi aktivitas fisik yang terlalu lama atau berat di luar ruangan.
Dampak dari menurunnya kualitas udara ini juga diantisipasi instansi pendidikan. Pada hari Senin (12/10/26), sejumlah sekolah di Kota Tarakan menerapkan kebijakan untuk memulangkan siswanya lebih awal guna meminimalkan paparan kabut asap secara langsung.
Salah satunya terjadi di SMP Negeri 3 Kota Tarakan. Sekolah yang biasanya menyelesaikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hingga pukul 13.45 Wita, memajukan jam pulang siswa menjadi pukul 11.30 Wita.
“Assalamualaikum wr.wb, Selamat malam berhubung kondisi udara kota Tarakan yang tidak sehat maka dari itu Besok Senin tanggal 12 Oktober 2026 Siswa dipulangkan pukul. 11.30 Wita. Terimakasih atas perhatiannya,” bunyi pesan di group WhatsApp (WA) wali murid, Minggu (11/10/26).
Langkah penyesuaian jam belajar ini diambil demi menjaga kesehatan dan keselamatan para siswa di tengah kondisi udara yang kurang kondusif.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara Kota Tarakan secara berkala melalui laman resmi pemantauan ISPU.(*/mt)












Discussion about this post