JAKARTA, Fokusborneo.com – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10).
Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk mencermati perkembangan ekonomi kreatif global dan peluang pengembangannya sesuai potensi daerah.
WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” dan mempertemukan pemerintah serta pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
WCCE 2026 dihadiri sejumlah pejabat, yakni Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.
Bagi Kaltara, forum ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan produk unggulan daerah dapat menjadi modal untuk menciptakan nilai tambah serta memperluas pasar bagi pelaku usaha kreatif.
Sejumlah potensi ekonomi kreatif Kaltara terdapat pada subsektor kuliner, kriya, dan fashion. Di antaranya produk olahan rumput laut dari Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan, kerajinan rotan dan bambu yang mengangkat kekhasan budaya lokal, serta batik bercorak etnik kontemporer.
Pengembangan potensi tersebut memerlukan dukungan inovasi, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan perluasan jejaring pemasaran. Langkah ini penting agar produk kreatif lokal memiliki daya saing dan peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky, menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dari awal, WCCE telah memiliki visi yang sama untuk mengembangkan kolaborasi internasional dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam WCCE 2026, Pemprov Kaltara dapat mencermati berbagai gagasan dan praktik pengembangan ekonomi kreatif untuk menjadi referensi dalam penguatan potensi lokal. Upaya ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha kreatif serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan Kaltara. (dkisp)













Discussion about this post